ASDP Raih Rating idAA dari Pefindo
Minggu, 15 Agu 2021, 16:19 WIBJAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali meraih rating idAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan prospek untuk perusahaan stabil. Rating ini berlaku sejak 3 Agustus 2021 hingga 1 Agustus 2022.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, perolehan rating idAA ini sebagai bentuk pengakuan dari institusi pemeringkat terpercaya yang menetapkan ASDP sebagai perusahaan yang memiliki investment grade yang baik. Rating tersebut menegaskan ASDP mendapat dukungan kuat dari pemerintah dalam menjalani bisnis pelabuhan dan penyeberangan.
"Kami tentunya sangat mengapresiasi hal ini. Pencapaian peringkat dari Pefindo ini menunjukkan perseroan memiliki fundamental bisnis yang kuat sehingga dapat dipercaya oleh investor. Adapun posisi pasar perusahaan telah mapan baik di segmen penyeberangan penumpang dan kendaraan serta memiliki profitabilitas yang stabil," kata Shelvy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/8).
Dia menjelaskan, prospek bisnis ASDP yang stabil dapat dilihat dari laporan keuangan audited perusahaan pada 2020. ASDP berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,2 triliun. Nilai pendapatan ini mencapai 120 persen dari target RKAP 2020 sebesar Rp2,73 triliun meski turun sekitar 2 persen bila dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2019 sebesar Rp3,3 triliun. Untuk laba bersih konsolidasi 2020, ASDP berhasil membukukan laba sebesar Rp181 miliar. Nilai laba tersebut mencapai 5.176 persen dari target RKAP 2020 sebesar Rp3,5 miliar.
"Pencapaian ini bukti kerja keras seluruh insan ASDP yang telah memberikan kontribusi terbaik dalam mendongkrak pendapatan perusahaan melalui berbagai inovasi yang telah dilakukan khususnya di tengah pandemi Covid-19. Untuk mempertahankan predikat ini bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, ASDP harus terus bekerja cerdas agar dapat meraih predikat yang lebih baik lagi," kata Shelvy.
Saat ini, tambahnya, ASDP terus memperkuat program pengembangan bisnis perseroan diantaranya melalui akselerasi program Cashless di seluruh cabang dalam mendukung digitalisasi bisnis penyeberangan serta proyek Bakauheni Harbour City. Proyek Game Changer ASDP seluas 214 Ha yang melibatkan kolaborasi bersama Pemprov Lampung, dan PT Hutama Karya ini tengah menyelesaikan beberapa milestone diantaranya Penetapan Status Kawasan sebagai Proyek Strategis Nasional, pembentukan perusahaan pengelola kawasan, finalisasi detail masterplan, serta perencanaan pengembangan infrastruktur kawasan.
"Pada semester I-2021, ASDP berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar 1,69 triliun. Nilai pendapatan ini mencapai 91 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp 1,86 triliun dan naik 18,4 persen dari realisasi semester I-2020 sebesar 1,43 triliun. Selanjutnya, ASDP berhasil membukukan laba sebesar Rp147 miliar atau mencapai 456,8 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp32 miliar dan mencapai 282, 5 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu yang minus sebesar Rp80,5 miliar," tutupnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Hapus Hunian Tak Layak, Gubernur Pramono Pastikan 633 Rumah Direhab Sepanjang Tahun 2026
-
ASN Tangerang yang WFH Harus Diawasi dengan Ketat, Rejang Lebong Mulai Kerja dari Rumah
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Masih Melonjak
-
Chile Sita 100 Ton Narkoba yang Disembunyikan dalam Kayu, Gagalkan Pengiriman ke Eropa
-
PEFINDO dan S&P Global Ratings Menggelar Seminar Indonesia Credit Spotlight 2026 dengan Tajuk “Navigating Geopolitical Headwinds and Domestic Resilience.”
-
Tambang Freeport Longsor, Basarnas Siaga Bantu Evakuasi Karyawan yang Terjebak
-
Pastikan Stok BBM di NTT Aman, Komut Pertamina Tinjau Langsung Daerah Gempa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.