Optimalkan Rumah Ibadah Akselerasi Vaksinasi
Rabu, 28 Jul 2021, 06:54 WIBJAKARTA - Kemenag mengharapkan rumah-rumah ibadat dapat dioptimalkan untuk membantu akeselerasi vaksinasi. Sebab vaksinasi terhambat peningkatan kasus Covid-19. "Peningkatan kasus Covid-19 sejak awal Juli menghambat percepatan proses vaksinasi Covid-19," jelas Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi. Dia berbicara dalam update Percepatan Vaksinasi Covid-19, di Jakarta, Selasa (27/7).
Siti mengatakan, vaksinasi Covid-19 pernah mencapai 1,5 juta dosis per hari pada akhir Juni. "Tapi, situasi pekan pertama dan kedua Juli ada peningkatan kasus," ujarnya. Menurutnya, pemerintah saat itu fokus menekan laju penularan melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Percepatan vaksinasi juga tertunda karena masyarakat diimbau untuk berada di rumah.
"Masyarakat juga ada yang tidak berani keluar melihat kondisi tersebut, sehingga memang, akselerasi kembali mencapai 1,5 juta dosis tertunda karena situasi tersebut," katanya.
Lebih jauh Nadia memastikan, akselerasi vaksinasi pada waktu tersebut terus diupayakan agar tetap mencapai 1 juta dosis per hari. Pemerintah berkolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari TNI, Polri, swasta, serta masyarakat untuk mempercepat dengan membuka sentra-sentra vaksinasi.
"Sampai pekan ketiga Juli, suntikan perhari sudah 1 juta. Masih Fluktuatif karena peningkatan kasus," tandasnya.
Edukasi
Secara terpisah, Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid mengatakan berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menyebut, masih ada sekitar 41 persen masyarakat yang enggan ikut vaksinasi. Menurutnya, penting edukasi masyarakat terkait vaksinasi dan pencegahan penularan Covid-19.
Dia mengajak penyuluh agama untuk terus intensifkan edukasi tentang Covid-19. Edukasi bisa dilakukan bersama dengan para ulama dan tokoh masyarakat sampai majelis taklim yang menjadi binaan mereka.
"Rata-rata penyuluh agama Islam mempunyai hubungan baik dengan tokoh agama dan masyarakat. Mereka juga memiliki binaan majelis taklim. Bahkan ada yang sampai empat atau lima majelis taklim. Ini bisa dioptimalkan dalam proses edukasi," tuturnya.
Zainut mengingatkan bahwa proses edukasi yang dilakukan penyuluh agama juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dan disiplin 5M. Kementerian Agama saat ini tengah mengupayakan dan mengoordinasikan dengan pihak terkait agar rumah ibadah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya bisa dioptimalkan dalam upaya percepatan vaksinasi.
"Pemerintah sedang menggerakkan percepatan vaksinasi. Kemenag tengah berupaya proaktif, berharap rumah ibadah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya bisa membantu percepatan tersebut," tandasnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Agus Supriyatna
Berita Terkait:
-
OpenAI Rilis Fitur Health di ChatGPT, Terhubung ke Apple Health dan Rekam Medis
-
“Perang Australia” di Washington
-
Kesehatan Pencernaan Jadi Fondasi Penting Tumbuh Kembang Anak
-
Apa Itu "Tai Chi Walking", Apa Manfaatnya Bagi Tubuh?
-
Guncang Enggano Tengah Malam, Gempa M 5,1 Buat Warga Bengkulu Was-was!
-
Bapanas: Bantuan Beras Disalurkan Tiga Bulan Sekaligus usai Anggaran Disetujui
-
Waspada, Penyakit Katup Jantung Berkembang Perlahan, Kenali Gejalanya Sejak Dini!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.