Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tangisan Anggota Polantas Pecah Usai Menolong Anak Yatim Piatu yang Hidup Sebatang Kara, Kisahnya Bikin Mewek

📅 Minggu, 18 Jul 2021, 14:05 WIB | Oleh:
Tangisan Anggota Polantas Pecah Usai Menolong Anak Yatim Piatu yang Hidup Sebatang Kara, Kisahnya Bikin Mewek Doc: Istimewa
Ket. Anggota Polantas Bireuen mengantarkan anak yatim piatu ke sebuah pesantren.

JAKARTA - Ini kisah yang sangat menyentuh saat tangisan Polantas pecah usai mengantar anak yatim piatu ke sebuah pesantren. Kisah yang sangat menyentuh ini berasal dari sebuah video yang diunggah oleh akuninfokomando di Instagram.

Dalam video itu tampak beberapa personel polisi lalu lintas sedang mengantar seorang anak yang dinarasikan sebagai anak yatim piatu ke sebuah pesantren di Aceh. Di video itu, terlihat, salah seorang polantas tangisnya pecah kala harus berpisah dengan anak yatim piatu yang diantarkannya.

Begitu juga si anak. Beberapa personel Polantas yang juga ikut mengantar tak bisa menahan tangis. Apalagi, ketika si anak yatim piatu satu persatu menyalami dan mencium tangan para personel Polantas tersebut.

Menurut akun infokomando, anggota Polantas yang mengantarkan anak yatim piatu ke pesantren tersebut berasal dari Polres Bireuen, Aceh. Disebutkan, sebelumnya beberapa anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bireuen menyelamatkan seorang anak yatim piatu yang terlantar di kawasan Simpang Arjun, Bireuen.

Anak yatim piatu itu bernama Hendri Ramadhan, berusia 10 tahun. Ia mengaku asal Takengon. Hendri datang sendiri ke Bireuen dengan menumpang minibus L300. Kepada Polantas yang menemukannya, Hendri ingin menimba ilmu di sebuah pesantren di Bireuen.

"Kami dari Sat Lantas Polres Bireuen, pagi menjelang siang berjumpa dengan adik Hendri Ramadhan ini di kawasan Simpang Arjun, Bireuen. Beliau langsung menghubungi pos bahwasanya ngomong sama kami, pak tolong antar saya ke Peusantren Abiya Jeunib. Adek ini aslinya Takengon, ia mengatakan berangkat sediri ke sini dengan menumpang minibus," kata Rahmat salah satu Polisi Sat Lantas Polres Bireuen yang menyelamatkan anak yatim piatu itu.

Hendri diketahui yatim piatu, berdasarkan pengakuannya kepada para Polantas. Orang tua Hendri telah meninggal sekitar 4 tahun yang lalu. Setelah ibu dan bapaknya meninggal, Hendri hidup sebatang kara. Ia hidup menggelandang di Takengon. Kadang dia tidur di pasar, terminal, SPBU dan mesjid.

"Pengakuannya kedua orang tuanya, kedua-duanya sudah meninggal 4 tahun lalu. Dia tinggal di pasar, terminal, SPBU dan di masjid-masjid. Kalau memang ada keluarganya di Takengon yang melihat video ini, kami mohon untuk menghubungi atau menjenguk. Kami sangat memohon kepada keluarga untuk menjenguk adek ini," kata Rahmat.

Rahmat menambahkan, ia dan rekannya kemudian mengantarkan anak itu Peusantren Abiya Jeunib, sesuai permintaannya. Saat ini, Hendri Hendri sudah berada di pesantren tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
Advertisement
Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.