- Home
-
- Luar Negeri
-
- Banjir Bandang di Eropa T...
Banjir Bandang di Eropa Tewaskan 126 Warga
Sabtu, 17 Jul 2021, 05:31 WIBSCHULD-Korban tewas akibat banjirbandangdi Eropa melonjak menjadi setidaknya 126 pada Jumat(16/7). Sebagianbesarkorban tewas beradadi Jerman barat di manatim tanggap darurat kewalahan dalam upayanyamencari orang hilang.
"Wargayang tidakwaspadabenar-benar lengah oleh air bahyang dijuluki banjir kematianini,"tulisharian terlarisdiJerman,Bild.
Banjir bandang ini menyebabkan jalan-jalan dan rumah-rumah terendam air di beberapa daerah, sementara mobil-mobil terbalik di jalanan yang basah setelah banjir berlalu. Beberapa distrik benar-benar terputus dari dunia luar.
Selain banjir, dilaporkan pula bahwabeberapa orang dikhawatirkan tewas dalam tanah longsor yang dipicu oleh banjir di Jerman utara pada Jumat.
Hingga berita ini ditulis dilaporkan ratusanorangbelum ditemukan diJermansementara jumlah kematianakibat banjirdi Belgia melonjak menjadi 23orang.
Luksemburg dan Belanda juga diguyur hujan lebatyang mengakibatkangenangan dibanyak daerah dan memaksa ribuan orang mengungsi diKota Maastricht.
Kembali ke Jerman tepatnya diDistrik Ahrweiler yang terkena dampakpalingparah dilaporkanbeberapa rumah ambruk totalakibat terjangan banjir ini.Sedikitnya 24 orang dipastikan tewas di Euskirchen, salah satu kota yang paling parah terkena dampakbanjirdi utaraJerman.
"Saya khawatir kita akanmenyaksikanbanyakbencana dalam beberapa hari mendatang," kata Kanselir Angela Merkel Kamis(15/7)malam dari WashingtonDC, di mana diasedangbertemu dengan PresidenAmerika Serikat,Joe Biden."Empati dansimpatisaya untuk semua orang yang dalam bencana ini kehilangan orang yang mereka cintai, atau yang masih mengkhawatirkan nasib orang yang masih hilang,"imbuh Merkel.
Sementara itu berdasarkan keterangan pihak berwenang di Jerman pada Jumat, jumlah korbantewasdiNegara BagianRhineland-Palatinate telah mencapai 60orang hinggamenjadikan jumlah korban nasionalsejauh ini telah mencapaisedikitnya 103.
"Jumlah korban kemungkinan akan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang,"kataMenteri Dalam Negeri Rhineland-Palatinate,Roger Lewentz.
Isu Perubahan Iklim
Menurut keteranganOrganisasi Meteorologi Dunia, banjir yang melanda beberapa bagian Eropa baratini akibatterjadinyacurah hujan hingga dua bulanyang menyebabkantanahdi wilayah inimengalamikejenuhan.
Datangnya bencana banjir ini tak pelaktelah menempatkan perubahan iklim kembali ke pusat kampanye pemilihan Jerman menjelang jajak pendapat 26 September yang menandai berakhirnya 16 tahun kekuasaan Merkel.
Berbicara di Berlin pada Jumat, Presiden Frank-Walter Steinmeier mengatakan Jermanbahwahanya akan mampu mengekang situasi cuaca ekstrem jikanegara itu mauterlibat dalam perjuangan yang gigih melawan perubahan iklim.
SementaraMenteri Dalam NegeriJerman,Horst Seehofer, mengatakansecara tegasbahwa cuaca ekstrem ini adalah konsekuensi dari perubahan iklim.
SedangkanPerdana Menteri Rhine-Westphalia Utara,Armin Laschet, kandidat konservatif untuk menggantikan Merkel, menyerukanlangkah untukmempercepat upaya global untuk memerangi perubahan iklimdenganmenggarisbawahikorelasiantara pemanasan global dan cuaca ekstrem. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Cerah Berawan pada Jumat Ini
-
Cincinnati Masters Sajikan Final Ideal Sesama AS
-
Pacitan Siapkan Mini Job Fair 2027, Ratusan Lowongan Kerja Kembali Dibuka
-
Pemerintah Siapkan Bus dan Kereta Api Gratis ke 4 Bandara Alternatif dari Soekarno-Hatta
-
Siap-Siap Delay, Kuala Lumpur Tutup Wilayah Udara Mulai 26 Agustus
-
Erupsi Krakatau, Para Pelajar Jakarta Mulai Senin Besok Ditetapkan Belajar dari Rumah
-
Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.