Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

AS Tinjau Ulang Sanksi bagi Negara-Negara yang Bermusuhan

31 Kamis, 08 Jul 2021, 05:13 WIB | Oleh:
AS Tinjau Ulang Sanksi bagi Negara-Negara yang Bermusuhan AS Tinjau Ulang Sanksi bagi Negara-Negara yang Bermusuhan Doc: AFP/SAUL LOEB
Ket. Pidato Biden l Presiden AS, Joe Biden, saat berpidato mengenai tanggapan terhadap pandemi Covid-19 dan kampanye vaksinasi di Washington DC, Selasa (6/7). Pada Senin (5/7) harian Wall Street Journal menulis bahwa pemerintahan AS sedang melakukan revisi kebijakan menyangkut sanksi atas negara-negara yang bermusuhan.

WASHINGTON DC - Harian Wall Street Journal (WSJ) pada edisi Senin (5/7) memberitakan bahwa pemerintahan Amerika Serikat (AS) pimpinan Presiden Joe Biden sedang melakukan revisi kebijakan menyangkut sanksi atas negara-negara yang bermusuhan seperti Iran dan Korea Utara (Korut).

"Peninjauan ulang kebijakan tersebut mengarah pada peniadaan kerugian ekonomi dengan menghindari tekanan langsung melalui sanksi yang dilaksanakan oleh pemerintahan pimpinan Presiden Donald Trump dan akan menekankan aksi bersama negara-negara sekutunya dibandingkan sanksi dari AS sendiri," tulis WSJ.

Peninjauan ulang kebijakan itu berdasarkan pertimbangan bahwa efek dari sanksi bisa langsung dirasakan, tetapi tidak bisa mengubah sikap negara-negara yang bermusuhan tersebut dan tak mendorong hubungan diplomatik.

AS diketahui selama ini telah mempertimbangkan revisi sanksi terhadap Pyongyang untuk mencapai denuklirisasi di Semenanjung Korea yang signifikan, dan hal itu tercermin dalam peninjauan kembali kebijakan kali ini. Namun, belum dapat dipastikan hasil peninjauan kembali itu akan memuat pelonggaran atau penghapusan sanksi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price, mengatakan AS telah menyampaikan tekad untuk melakukan diplomasi yang membangun dengan Korut dan menunggu jawaban positif dari Pyongyang. Sementara itu, AS dan Tiongkok menggelar pertemuan perwakilan khusus untuk Korut secara virtual dan membahas isu Semenanjung Korea.

WSJ juga melaporkan pula bahwa peninjauan ulang kebijakan tentang sanksi terhadap negara-negara yang bermusuhan tersebut hampir selesai, sehingga kebijakan yang baru diperkirakan akan dirilis pada sekitar akhir musim panas ini. SB/KBS/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Perum Bulog Bentuk Satgas K...
Megapolitan
Wali Kota Bekasi Dukung Kar...
Megapolitan
Pemkot Bekasi Segera Bangun...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.