Milisi Pro-Iran Serang Pangkalan AS di Suriah
📅 Rabu, 30 Jun 2021, 05:54 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
BEIRUT - Baku tembak dilaporkan pecah antara milisi pro-Iran dengan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) di Suriah timur, Senin (28/6). Eskalasi ini terjadi setelah serangan udara mematikan AS ke wilayah Irak dan Suriah pada malam sebelumnya.
"Pasukan AS diserang oleh beberapa roket di Suriah timur, tetapi tidak ada korban dan personel melakukan tembakan artileri ke arah sumber serangan," kata tulis juru bicara pasukan koalisi, Wayne Marotto, di media sosial Twitter.
Sementara itu kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) melaporkan bahwa milisi yang didukung Iran menyerang pangkalan AS di ladang minyak Al-Omar Suriah timur dan mengatakan pasukan koalisi membalas dengan tembakan artileri berat ke Kota Al-Mayadeen yang dikuasai milisi.
Baku tembak terjadi hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menyatakan bahwa serangan udara AS terhadap pejuang pro-Iran di Irak dan Suriah pada Minggu (27/6) malam adalah peringatan keras untuk menghentikan serangan pada pasukan AS di Irak.
Serangan Kedua
Serangan udara AS adalah serangan mematikan kedua terhadap target pro-Iran sejak Presiden AS, Joe Biden, menjabat dan telah memicu kekhawatiran eskalasi baru AS-Iran di tengah upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia.
Sementara itu, Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhemi, mengecam serangan itu sebagai pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan Irak dan keamanan nasional Irak.
Aliansi paramiliter Irak yang mencakup beberapa proksi Iran dan telah menjadi perantara kekuatan utama di Baghdad, Hashed al-Shaabi, mengatakan serangan udara itu menewaskan empat pejuangnya di wilayah Qaim, dekat perbatasan dengan Suriah.
Kelompok itu mengatakan bahwa para pejuang itu ditempatkan di sana untuk mencegah para jihadis menyusup ke Irak, dan menyangkal bahwa mereka telah mengambil bagian dalam setiap serangan terhadap kepentingan atau personel AS.
Sedangkan Pentagon mengatakan bahwa serangan itu menargetkan fasilitas operasional dan penyimpanan senjata di dua lokasi di Suriah dan satu di Irak, semuanya dekat perbatasan bersama, yang digunakan oleh milisi yang terlibat dalam serangan pesawat tak berawak terhadap kepentingan AS di Irak.
"Kataeb Hezbollah dan Kataeb Sayyid al-Shuhada, dua faksi bersenjata Syiah Irak, termasuk di antara beberapa kelompok milisi yang didukung Iran yang telah menggunakan fasilitas itu," kata Pentagon.
Menurut SOHR yang mengandalkan jaringan sumber di dalam Suriah mengatakan tujuh pejuang tewas dalam serangan udara itu dan setidaknya enam lainnya terluka. "Sasarannya termasuk gudang senjata di dekat Albu Kamal, kota perbatasan Suriah di Sungai Efrat," kata SOHR.
Pangkalan AS di Irak yang menampung 2.500 tentara sebagai bagian dari pasukan koalisi internasional untuk memerangi kelompok ISIS, tahun ini telah menjadi sasaran sebanyak lebih dari 40 serangan. Sebagian besar berupa serangan bom terhadap konvoi logistik serta tembakan roket dan drone yang membawa bahan peledak. SB/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!