Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Merengkuh Transformasi Digital di Masa Pandemi

📅 Selasa, 11 Mei 2021, 07:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Merengkuh  Transformasi  Digital di  Masa  Pandemi Doc: ISTIMEWA

Di sekitar bulan Maret 2020, COVID-19 menyeruak dan menjadi pandemi di seluruh belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Mobilitas menjadi terbatas, korban berjatuhan, perusahaan besar lumpuh, pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) bahkan banyak yang tidak selamat lantas mati. Tidak sedikit orang yang kehilangan pekerjaannya.

Dari sudut pandang para pelaku UMKM, keberlangsungan hidup mereka terus distimulasi pemerintah sebagai tulang punggung ekonomi negara, dan katanya, bisa menjadi kunci pemulihan krisis. Stimulusnya antara lain seperti tambahan modal keja, kemudahan kredit, dan yang terkini ialah program vaksinasi untuk para pelaku UMKM.

Sementara perusahaan besar/korporasi pun tak luput dari cengkraman keji pandemi. Meski tak separah UMKM, banyak perusahaan yang memberlakukan pemutusan hubungan kerja, dan yang merumahkan pekerjanya. Langkah yang hanya ditempuh untuk meredam kerugian bisnis yang didera.

Pandemi mendorong perubahan perilaku dari masyarakat untuk berbelanja, bekerja, sehingga pada akhirnya mengubah strategi bisnis. Masa krisis ini pada akhirnya memaksa semua pihak untuk mengevaluasi ulang situasi mereka saat ini. Bisnis yang masih bertahan mengupayakan sisa nafasnya untuk terus beradaptasi dan mengadopsi transformasi digital menjadi lebih erat lagi. "Tak lagi menjadi jargon, kini kita bisa melihat banyak sekali pemanfaatan transformasi digital dari para perusahaan, startup, maupun UMKM, yang merevolusi operasi mereka sehari-hari," papar President Director Infinys System Indonesia, Louis Larry.

Satu langkah kecil untuk transformasi digital

Perubahan ini, menurut Louis, tidak melulu harus besar dan revolusioner. Namun perjalanan transformasi digital bisa dimulai dari memberikan dampak kecil yang bisa mendorong roda operasi sebuah entitas bisnis. Misalnya mengubah sistem absensi menggunakan aplikasi SaaS (software-as-a-service) menggunakan perangkat pribadi karyawan, membangun sebuah website untuk pelaku bisnis kuliner di rumah.

Pada Februari 2021, Kementerian Koperasi dan UKM mencatat ada sekitar 12 juta lebih UMKM yang sudah menggunakan teknologi digital untuk memasarkan produknya. Hal itu salah satu kemajuan kecil yang bisa berdampak besar, menurut Louis.

Skenario ini turut tercermin dari adanya peningkatan permintaan layanan virtual machine dan hosting CloudKilat yang dimanfaatkan untuk membangun layanan SaaS dan website. CloudKilat adalah penyedia jasa layanan komputasi awan yang mendorong kemudahan masyarakat untuk memiliki layanan cloud dengan mudah terjangkau di masa pandemi ini.

Virtual private server (VPS) yang dimiliki CloudKilat, yakni Kilat VM 2.0, bisa didapatkan dengan harga Rp 90.000/bulan. Umumnya digunakan para pekerja kreatif untuk membangun website yang nantinya bisa untuk menjajakan portofolio pekerjaan, produk dagangan, ataupun aplikasi SaaS.

Louis beropini, "Migrasi ke cloud (cloud computing/komputasi awan) atau solusi SaaS membuka peluang untuk kesempatan-kesempatan baru, dan ini juga sejalan dengan tujuan kita di era pandemi, yakni keberlangsungan bisnis."

Menjaga keberlangsungan bisnis

Dengan turunnya angka pendapatan dalam bisnis, wajar jika sebuah bisnis melakukan evaluasi ulang untuk memprioritaskan efisiensi. Mengadopsi komputasi awan tidak hanya memangkas biaya, namun juga performa layanan infrastruktur teknologi yang digunakan. Ada manfaat penting pada teknologi komputasi awan yang bisa dimanfaatkan korporat maupun UMKM.

1.Terjangkau

Di cloud, tak ada biaya di muka untuk belanja infrastruktur TI (teknologi informasi) yang mahal dan pengelolaan yang rumit. Menekan biaya operasi seminimum mungkin menjadi pilihan paling masuk akal saat ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.