QRIS Memudahkan Seniman Bertransaksi

Jumat, 30 Apr 2021, 07:08 WIB

JAKARTA - Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi solusi bagi para seniman di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, para seniman tetap berkarya baik dalam jaringan maupun luar jaringan, namun transaksi pembayaran banyak dilakukan secara digital.

"QRIS yang didapatkan bisa dipergunakan untuk mendapatkan apresiasi baik kegiatan pertunjukan musik offline maupun via online," kata Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riser, dan Teknologi, Judi Wahjudin, dalam taklimat media peluncuran QRIS bagi seniman, di Jakarta, Kamis (29/4).

Ket. Foto: Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riser, dan Teknologi, Judi Wahjudin, dalam taklimat media peluncuran QRIS bagi seniman, di Jakarta, Kamis (29/4). — Sumber: Koran Jakarta/Muhamad Marup

Wahjudin menjelaskan sepanjang pandemi, banyak sekali program stimulus yang diberikan pemerintah kepada para pelaku seni budaya. Namun salah satu kendala utama dalam penyalurannya adalah rekening bank.

"Karena banyak pelaku seni budaya yang tidak memiliki rekening pribadi dan menggunakan rekening orang lain sehingga penyalurannya menjadi terkendala," jelasnya.

Pelaksanaan Program

Wahjudin menuturkan program berawal pada tahun 2019, Institut Musik Jalanan (IMJ) menjalin kerja sama dengan salah satu Fintech. Kerja sama ini memungkinkan semua musisi jalanan yang terkurasi mendapatkan QR Code guna mendapatkan fasilitas apresiasi via scan barcode melalui device masing-masing.

Lalu, sepanjang tahun 2020, IMJ bersama Ditjen Kebudayaan secara masif menjalankan berbagai program pertunjukan via online dengan menerapkan sistem apresiasi berbasis QRIS.

Hal ini membuat para pelaku seni budaya lain tertarik untuk mendapatkan fasilitas QRIS resmi dan selaras dengan yang diamanatkan dalam UU Pemajuan Kebudayaan yaitu upaya pengembangan dan pemanfaatan teknologi untuk pemajuan kerja-kerja kebudayaan.

"QRIS menjadi sarana transaksi keuangan yang lebih mudah diaplikasikan oleh para pelaku seni budaya yang selama ini agak kaku dengan sistem perbankan," ucapnya.

Wahjudin berharap para pelaku seni budaya dapat meningkatkan kreativitas mereka untuk mendapatkan apresiasi dari masyarakat dengan adanya QRIS. Pertunjukan yang digelar bisa dilakukan di berbagai platform sosial media yang mereka miliki.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.