Unand Apresiasi Pelaku Usaha Kuliner di Sumbar Melalui FFA
Kamis, 31 Des 2020, 10:00 WIBPadang - Universitas Andalas Sumatera Barat menggelar Fateta Food Award (FFA) 2020 untuk mengapresiasi pelaku usaha kuliner di daerah itu dengan melakukan penilaian terhadap makanan daerah yang dihasilkan sejumlah rumah makan setempat.
Rektor Universitas Andalas Prof Yuliandri saat penyerahan penghargaan FFA 2020 di Padang, Rabu, mengatakan masakan minang hanya ada enak dan enak sekali, dan adanya program inovasi dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas ini akan membuat masakan minang makin diminati publik secara lebih luas.
Dekan Fateta Unand Dr Feri Arlius Dt Sipado mengatakan ada enam jenis masakan yang dinilai pada FFA 2020 ini, khusus untuk favorit 1, semuanya sudah melalui analisa laboratorium terhadap kadar kolesterolnya.
"Hasil labor kita, lemak trans (mg/100 g) pada enam jenis masakan yang dinilai, tidak terdeteksi. Walaupun aman, kita memberikan batas aman untuk dikonsumsi masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan lemak trans adalah salah satu jenis lemak jenuh yang menyebabkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah meningkat serta menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).
Sebanyak enam masakan yang dinilai pada FFA 2020 ini, yakni dendeng batokok, randang, gulai tunjang, ayam pop, soto, dan gulai kapalo ikan.
Ia mengatakan keenam masakan ini, berasal dari berbagai rumah makan dan restoran, seperti Lamun Ombak, Warung Komar, RM Keluarga, Ampalu Raya, Rajawali, VII Koto Talago, Garuda, dan Sederhana.
"Tahun depan, ajang FFA ini akan melibatkan Indonesian Chef Asociation (ICA) Sumatera Barat selain tetap akan melakukan pengujian labor terhadap makanan yang dilombakan," kata dia
Dalam penyerahan FFA 2020 ini, dihadiri Wali Kota Padang Mahyeldi, Kepala Dinas Pangan Padang Guswandi, Dekan Fateta Unand Dr Feri Arlius Dt Sipado, dosen dan pengurus alumni Fateta serta sejumlah mahasiswa dan pemilik restoran serta rumah makan yang akan jadi penerima penghargaan FFA 2020.
Wali Kota Padang Mahyeldi mengapresiasi FFA 2020 yang diinisiasi Fateta Unand bersama Dinas Pangan Kota Padang.
Ia mengatakan pentingnya makanan yang aman dari sisi kesehatan. Makanan banyak mengandung kolesterol, merupakan stigma yang melekat pada masakan minang.
"Ini harus ada kolaborasi dari lintas disiplin ilmu di perguruan tinggi agar stigma itu bisa dimentahkan secara ilmiah sehingga masyarakat tak lagi khawatir mengonsumsi aneka kuliner minang yang banyak menggunakan santan kelapa itu," kata dia.
Ia mencontohkan daging ikan salmon berwarna merah yang dilihatnya ketika kunjungan kerja ke Norwegia beberapa tahun lalu.
Dia menyebut daging ikan salmon itu berwarna putih.
"Perubahan warna ini terjadi karena adanya perlakuan khusus pada pakan ikan salmon yang dibudidayakan warga di sana. Hal ini membuat ikan salmon dengan daging merah makin diminati, karena dinyatakan lebih aman dikonsumsi jika dilihat dari sisi kesehatan," katanya.
Fakultas Peternakan, Fateta, serta fakultas lainnya di Unand, sudah saatnya saling berkolaborasi dalam upaya mendorong makanan minang yang aman secara ilmu kesehatan.
"Ini penting, karena pola konsumsi orang asing dengan kita, sangat jauh berbeda," katanya.
Ia mengatakan orang dari Jazirah Arab mengonsumsi ikan itu satu ekor per hari ukuran cukup besar. Porsi itu untuk konsumsi satu orang saja, sedangkan kebiasaan di Minang mengonsumsi dalam bentuk potongan kecil-kecil per orangnya.
"Di titik inilah pentingnya informasi bahwa makanan minang ini aman secara kesehatan," kata dia.
Peraih FFA 2020 untuk enam kategori tersebut, adalah kategori Masakan Randang dimenangkan oleh Lamun Ombak sebagai favorit pertama, VII Koto Talago faforit kedua, dan Ampalu Raya favorit ketiga.
Ketegori masakan Dendeng Batokok, Warung Komar terpilih sebagai favorit pertama, diikuti Lamun Ombak sebagai favorit kedua, dan Sederhana favorit ketiga, kategori masakan Gulai Kapalo Ikan, Keluarga sebagai favorit pertama, diikuti Lamun Ombak favorit kedua, dan Ampalu Raya favorit ketiga.
Kategori masakan Ayam Pop, RM Ampalu Raya terpilih sebagai favorit pertama, Lamun Ombak favorit kedua, dan Sederhana favorit ketiga, kategori masakan Soto Padang, Soto Rajawali sebagai favorit pertama, Soto Garuda favorit kedua, dan Soto Karia favorit ketiga, sedangkan kategori masakan Gulai Tunjang, dimenangkan Lamun Ombak sebagai favorit pertama, Warung Komar favorit kedua, dan Sederhana favorit ketiga.ant/P_4
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.