Krakatau Steel Terbitkan OWK Rp3 Triliun
Rabu, 30 Des 2020, 06:00 WIBJAKARTA - PT Krakatau Steel Tbk menerbitkan obligasi wajib konversi (OWK) atau mandatory convertible bond (MCB) senilai 3 triliun rupiah. Langkah itu dimaksudkan untuk menjalankan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).
"Krakatau Steel memperoleh suatu kepercayaan untuk menjalankan program PEN dengan pagu 3 triliun rupiah, pagu sebesar itu dijalankan dengan skema OWK," ujar Direktur Keuangan Krakatau Steel Tardi dalam paparan publik secara daring di Jakarta, Selasa (29/12).
Dia mengemukakan OWK itu akan diterbitkan sekaligus, namun dicairkan dalam dua tahap. Tahap pertama, sebesar 2,2 triliun rupiah dalam 1-2 hari ke depan, sedangkan sisanya 800 miliar rupiah pada 2021.
"Dengan adanya tambahan 2,2 triliun rupiah pada akhir tahun ini mudah-mudahan rencana kerja 2021 bisa kita realisasi dengan baik dengan target penjualan 170 ribu kilo ton per bulan. Mudah-mudahan 2021 memberikan net income positif baik induk maupun secara grup," katanya.
OWK adalah obligasi jangka pendek dan biasanya memiliki imbal hasil tinggi yang wajib dikonversikan menjadi saham biasa berdasarkan harga pasaran yang berlaku pada saat konversi.
Tardi mengemukakan OWK itu memiliki tenor tujuh tahun. Pada akhir tahun ketujuh, OWK itu akan dikonversi menjadi saham baru atas nama Pemerintah Indonesia di dalam KRAS melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD).
"Akan terjadi delusi kepemilikan saham publik yang saat ini ada di KRAS, dari 20 persen diperkirakan menjadi 14-16 persen. Namun demikian, kita akan menjaga porsi kepemilikan publik sebesar 20 persen, nanti akan ada aksi korporasi lanjutannya untuk bisa memberikan kesempatan kepada publik untuk menaikkan kembali kepemilikan sahamnya di KRAS," jelasnya.
Optimistis Membaik
Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim optimistis kinerja perseroan akan semakin membaik. "Tentu dengan support pemerintah dalam mengoptimalkan daya saing industri nasional dan juga tata niaga baja yang tentunya sudah menjadi perhatian pemerintah agar industri dalam negeri menjadi tuan rumah di dalam negeri," ucapnya.
Dia mengatakan dalam dua tahun terakhir ini perseroan telah berhasil melakukan efisiensi biaya hingga 50 persen. "Inisiatif ini akan terus dilanjutkan. Efisiensi memberikan dua manfaat besar, pertama bisa meningkatkan daya saing sehingga kita bisa menguasai pasar Indonesia, dan kedua dalam konteks pencapaian laba," katanya.
Ant/E-10
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.