Penelitian Ungkap Arteri Ekstra Tunjukkan Evolusi Cepat pada Manusia Modern

Sabtu, 10 Okt 2020, 08:00 WIB

SYDNEY-- Dari generasi ke generasi, semakin banyak orang yang terlahir dengan arteri ekstra di lengan bawah mereka, menunjukkan bahwa manusia modern berevolusi dengan laju tercepat dalam 250 tahun terakhir dan seleksi alam bisa menjadi alasan utamanya, ungkap tim peneliti dari Australia.

Penelitian yang diterbitkan baru-baru ini tersebut menunjukkan bahwa jumlah orang yang mempertahankan arteri mediannya meningkat secara signifikan sejak abad ke-19, dan semua orang akan memiliki arteri median pada akhir abad ini jika tren tersebut terus berlanjut.

Salah satu peneliti, Dr. Teghan Lucas dari Universitas Flinders di Australia, mengatakan kepada Xinhua pada Jumat (9/10) bahwa arteri median secara alami hilang selama perkembangan embrionik karena arteri tersebut digantikan dengan dua arteri utama lainnya yang memasok darah ke lengan bawah.

Namun demikian, arteri median tidak menghilang pada banyak manusia dan terus ada hingga masa dewasa mereka, khususnya pada orang-orang yang lahir di akhir abad ke-20. Lucas mengatakan bahwa arteri ini tidak berbahaya pada tubuh, yang oleh karenanya masuk akal jika seleksi alam mempertahankan keberadaannya selama proses perkembangan embrionik manusia yang terjadi lebih cepat.

"Perkembangan embrionik sekarang berlangsung lebih cepat sehingga WHO mengubah definisi masa kehamilan normal dari 40 minggu menjadi 39 minggu," tutur Lucas.

"Jadi, evolusi telah memutuskan untuk mempertahankan arteri median dan tidak mengerahkan sumber daya pada tubuh untuk menyingkirkan arteri itu."

Bahkan, arteri ekstra tersebut memiliki manfaat evolusioner bagi beberapa orang karena memberikan pasokan darah menyeluruh yang lebih baik serta dapat diambil sebagai arteri pengganti jika operasi diperlukan pada arteri di bagian tubuh lainnya, papar peneliti senior Profesor Maciej Henneburg dari Universitas Adelaide, Australia.

"Ini merupakan evolusi mikro pada manusia modern dan arteri median menjadi contoh sempurna untuk menunjukkan bahwa kita masih berevolusi karena orang-orang yang lahir belakangan ini memiliki kelaziman yang lebih tinggi terkait keberadaan arteri ini jika dibandingkan manusia dari generasi sebelumnya," tutur Henneberg.Ant/P-4

Redaktur: Khairil Huda

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.