Transformasi Metode Digital untuk Penelitian Soshum

Senin, 31 Agu 2020, 19:34 WIB

JAKARTA - Selama masa pandemi, sebagian besar penduduk Indonesia dan dunia harus melalui hidup dengan ruang gerak yang sangat terbatas. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi meluaskan fungsi-fungsi aktivitas manusia yang semakin terelaborasi dalam dunia maya, tak terkecuali dalam aktivitas penelitian bidang sosial dan humaniora (Soshum).

"Sebagai institusi yang mengawasi dan membina penelitian di Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyikapi kegiatan riset di masa pandemi Covid-19 dengan melakukan transformasi pengumpulan data secara dalam jaringan (daring) atau online," ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti dalam webinar Talk to Scientists: "Transformasi Metode Digital untuk Penelitian Sosial dan Humaniora di Masa Pandemi Covid-19", di Jakarta, Senin (31/8).

Ket. Foto: Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti dalam webinar Talk to Scientists: “Transformasi Metode Digital untuk Penelitian Sosial dan Humaniora di Masa Pandemi Covid-19”, di Jakarta, Senin (31/8). — Sumber: Koran Jakarta/Muhamad Marup.

Nuke menjelaskan metode pengumpulan data secara daring dapat memudahkan para peneliti, khususnya yang bergerak di bidang sosial dan humaniora. Menurutnya, pengumpulan data baik primer dan sekunder bisa dilakukn tanpa tatap muka langsung.

"Dengan begitu, pemanfaatan metode penelitian berbasis digital dapat menjadi kekuatan baru bagi penelitian sosial dan humaniora, khususnya dalam visualisasi hasil riset, skala penelitian dan intensifikasi waktu penelitian," jelasnya.

Nuke menjelaskan metode pengumpulan data pada penelitian sosial dan humaniora melalui kegiatan non-tatap muka bukan sebuah hal yang baru. Pada tahun 1990, mulai ada pergeseran publikasi cetak ke publikasi digital seperti open acces repositories yang selanjutnya bermunculan survei berbasis daring untuk pengumpulan data primer dan retrieving data melalui big data.

Ia menambahkan pihaknya juga memberikan informasi pemilihan metode digital. Metode tersebut disesuaikan dengan standardisasi terhadap instrumen penelitian berbasis digital yang dapat memenuhi aspek validity dan reliability ilmiah.

"Kami juga memberikan pemahaman mengenai metode penelitian berbasis digital yang menjadi kekuatan baru bagi penelitian bidang sosial dan humaniora," ucapnya.

Lebih jauh Nuke menyebut metode digital menghadirkan kondisi selayaknya penelitian yang bersifat pengamatan secara langsung. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan pendekatan tersebut.

"Masalah-masalah yang sering muncul adalah pemenuhan kaidah-kaidah ilmiah, validasi data, aspek keterwakilan, kesenjangan infrastruktur dan akses terhadap instrumen digital hingga kapasitas dari peneliti," tandasnya. ruf/N-3

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.