Produk Riset Terapan Vokasi Harus Dibutuhkan Warga
Rabu, 19 Agu 2020, 07:10 WIBJAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wikan Sakarinto, menjelaskan kolaborasi, link and match antara pendidikan vokasi dan industri, melahirkan produk riset terapan vokasi. Untuk memastikan kesuksesan proses tersebut, produk riset terapan vokasi harus memiliki paying customer atau konsumen yang membeli produk tersebut.
"Jadi mindset risetnya harus start from the end atau konsumen atau paying customernya ada atau tidak. Setiap kita memulai sesuatu harus sampai tuntas. Jangan sampai hanya ingin bikin saja," kata Wikan dalam acara talkshow Pendidikan Vokasi, di Jakarta, Selasa (18/8).
Wikan berupaya mendata produk-produk yang dihasilkan satuan pendidikan vokasi. Pihaknya juga berencana menyiapkan program bantuan untuk mendorong produk-produk riset terapan vokasi agar benar-benar bisa terhilirisasi.
"Jadi nanti produk-produk riset terapan di pendidikan vokasi kita kumpulkan. Kita juga membantu mempromosikannya," jelasnya.ââ¬Â¨
Harus Organik
Wikan menekankan kehadiran konsumen atau paying customer untuk produk-produk riset terapan vokasi harus tumbuh secara organik. Bahkan, kebutuhan paying customer juga bisa menjadi landasan satuan pendidikan vokasi untuk melaksanakan riset terapan.
Ia menekankan kesuksesan program riset terapan pendidikan vokasi merupakan bagian dari meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang menjadi syarat bagi Indonesia menjadi negara maju. Untuk itu, pihaknya juga siap memberikan insentif bagi pihak-pihak yang mau membeli produk riset terapan dari satuan pendidikan vokasi.
"Program tahun depan itu bisa mendorong seluruh satuan pendidikan vokasi se-Indonesia. Jadi yang mau membeli produk dalam negeri ciptaan teman sendiri, kita beri insentif," ucapnya.
Wikan menekankan pentingnya memiliki kesadaran untuk mencintai produk dalam negeri. ν ruf/N-3
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Muhamad Ma'rup
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.