13 Proposal Penelitian Covid-19 UNS Lolos Pendanaan Kemenristek
Minggu, 31 Mei 2020, 16:20 WIBSOLO - Sebanyak 13 judul proposal dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta lolos pada program Pendanaan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Tahap 1 dari Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN).
Menurut Rektor UNS, Jamal Wiwoho, di Solo, Minggu (31/5), dalam Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Tahap 1, proposal penelitian dari UNS yang dinyatakan lolos pendanaan salah satunya adalah Efektivitas Suplementasi Apium graveolens L pada kehamilan dalam upaya pencegahan Covid-19 yang diketuai Ahmad Yunus.
Selain itu, tambah Jamal seperti dikutip dari Antara, proposal berjudul Portable Ventilator Universitas Sebelas Maret yang diketuai Ubaidillah dan Model Ideal Ketahanan Nasional Melalui RT dan RW dalam Mengimplementasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid 19 yang diketuai Sunny Ummul Firdaus.
Pada program tersebut, Jamal bersama dengan Pakar Matematika UNS Sutanto juga mengajukan proposal berjudul Model Matematika 100 Hari Skenario Penyebaran Virus Corona di Indonesia dan Kajian Hukumnya.
"Judul ini juga lolos pendanaan. Pada proposal ini saya bicara 100 hari secara matematika penanganan Covid-19 itu dan aspek hukumnya dengan kolaborasi ahli matematika. Situasinya 100 hari apakah dengan sudah puncaknya turun," katanya.
Sementara itu, pada laman resmi ristekbrin.go.id/covid19/, Program Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 ditujukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia untuk melawan Covid-19 dalam bentuk produk dan pengkajian dengan menghasilkan inovasi.
Pada tahun ini, Kemristek/BRIN menganggarkan dana 60.899.405.715 rupiah untuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. Dari anggaran tersebut, UNS memperoleh dana penelitian sebesar 2.342.778.337 rupiah.
Terkait program tersebut, Menteri Riset, Teknologi dan Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro mengatakan ketika kasus Covid-19 merebak di awal Maret, langkah yang dilakukan pemerintah adalah segera membentuk konsorsium tersebut, baik bottom up maupun top down.
"Dari sisi bottom up dalam artian masing-masing perguruan tinggi maupun lembaga, mempunyai usulan aktivitas Litbangirap (penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan) yang terkait dengan Covid-19," katanya. mar/N-3
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.