Skema Riset Diaspora Dukung Penanganan Pandemi
Sabtu, 11 Apr 2020, 06:00 WIBJAKARTA - Pemerintah membuat skema riset inovasi bagi para diaspora Tanah Air yang tersebar di seluruh dunia. Adapun fokus utama risetnya terkait penanganan pandemi virus korona baru (Covid-19). Demikian disampaikan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi, Bambang Brodjonegoro, di Jakarta, Jumat (10/4).
"Untuk tahun ini, riset dan inovasi diaspora diarahkan untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia," ujar Bambang.
Salah satu poin dalam skema riset tersebut berupa program pendanaan penelitian bagi ilmuwan diaspora, utamanya yang melakukan penelitian tentang penanganan pandemi Covid-19. Menurut Bambang, pemerintah menyediakan anggaran riset maksimal sebesar Rp. 2 miliar per tahun, dengan durasi tiga tahun.
Ia menyebut dana riset ini berasal dari pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta dikelola Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) yang bekerja sama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN). Topik riset penanganan pandemi Covid-19 sendiri, menurut Bambang, harus inovatif, tepat guna, dan sesuai kebutuhan. Adapun topik-topik lain juga harus mempertimbangkan pasca pandemi Covid 19.
"Baik publichealth, medicine, engineerig, pemanfaatan big data, bagaimana penanganan masalah ekonomi setelah pandemi berakhir, ketahanan sosial masyarakat, dan selanjutnya," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Bambang menyebut pihaknya telah bekerja membentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. Riset para diaspora Tanah Air diharapkan dapat terintegrasi dalam tiga prioritas riset konsorsium tersebut yaitu prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang.
"Para peneliti diaspora juga memberikan kontribusi dan solusi terhadap permasalahan nasional, terutama saat ini pada masalah penanganan pandemi covid-19 di Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama LPDP, Rionald Silaban menyampaikan harapannya atas skema ini, yaitu mendorong terciptanya kolaborasi riset antara periset nasional dengan diaspora dalam rangka meningkatkan kualitas riset nasional.
Kolaborasi tersebut bisa jadi ruang kontribusi bagi diaspora untuk turut membangun kemandirian teknologi dan daya saing iptek nasional. "Terutama pemanfaatannya dalam hal penanggulangan Covid-19 di Indonesia," katanya. n ruf/AR-3
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Muhamad Ma'rup
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.