Penetrasi Pasar Asuransi Butuh Pendekatan Budaya
Rabu, 05 Feb 2020, 05:00 WIBYOGYAKARTA - Perusahaan asuransi dinilai perlu menggunakan pendekatan budaya dalam menawarkan produknya ke masyarakan, bukan hanya sekedar pertimbangan ekonomi. Sebab, melalui pendekatan budaya akan lebih mudah masuk ke masyarakat sehingga penetrasi pasar dapat maksimal.
Demikian disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarya (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X seperti diungkapkan Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) DIY, Agus Setiadi usai pertemuan di Gedhong Wilis, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (4/2).
Agus mengungkapkan tingkat penetrasi pasar asuransi di DIY tercatat sekitar 12 persen dari jumlah penduduk di provinsi tersebut. Angka tersebut lebih tinggi dari angka nasional sekitar 9,5 persen. Meski demikian, AAJI DIY berkeinginan lebih meningkatkan lagi penetrasi pasar asuransi di DIY.
"Apalagi saat ini banyak berita tentang perusahaan asuransi yang dalam menunaikan kewajibannya agak dikeluhkan masyarakat. Kami ingin meyakinkan masyarakat jika hal itu hanya sebagian kecil. Masih banyak perusahaan asuransi yang sehat, bisa memberikan pelayanan prima, serta berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat," paparnya.
Menurut Agus, Gubernur DIY menyampaikan faktor budaya memiliki peran dalam jika AAJI DIY ingin mempercepat penetrasi pasar. Perusahaan asuransi pun diminta melakukan penetrasi pasar ke kumpulan masyarakat, corporate, atau yang berjumlah banyak.
"Jadi diibaratkan masyarakat desa, zaman dulu itu ada pralenan warga, pihak-pihak yang secara bersama memberikan bantuan untuk yang tidak mampu. Konsep ini yang sebenarnya sama dengan konsep asuransi, maka akan kami terapkan," katanya.
YK/E-10
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Eko S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.