• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Sup dalam Kuliner Indonesi...

Sup dalam Kuliner Indonesia

Jumat, 10 Jan 2020, 01:00 WIB

Mendapatkan pengaruh dari sajian Eropa, soup atau sup atau sop menjadi salah satu ragam kuliner yang cukup familiar bagi lidah masyarakat Indonesia.Kurang lebih ada sekitar 50 jenis sup yang ada di seluruh Indonesia.

Soup atau sup atau sop dalam bahasa Jawa, pada dasarnya merupakan hidangan yang terdiri atas kuah kaldu yang gurih dengan aneka isian yang membuatnya menjadi sebuah menu sajian yang lengkap.

Ket. Foto: — Sumber: ist

Kuah kaldunya sendiri terbuat dari daging maupun ikan yang direbus hingga menjadi kaldu. Adapun daging yang umum digunakan untuk kuah kaldu di Indonesia biasanya adalah daging ayam dan daging sapi. Ada juga yang menggunakan kaldu dari daging ikan. Sementara untuk isian sup biasanya menggunakan bahan-bahan nabati.

Dapat berupa sayuran seperti wortel ataupun beberapa jenis jamur. Bahan nabati lain yang kerap ditambahkan sebagai isian sup adalah dari jenis kacangkacangan. Misalnya kacang merah atau kacang polong atau kacang buncis. Dalam ranah dunia kuliner, sup merupakan hidangan yang berakar pada rumpun hidangan Eropa.

Di tanah aslinya, sup ditempatkan sebagai hidangan pembuka atau appetizer. Yakni disajikan sebelum makanan utama. Tujuannya untuk menggugah selera sebelum berlanjut ke hidangan atau sajian berikutnya.

Sup dalam Kuliner Nusantara Dalam buku Makanan Tradisional Indonesia seri 2, terbitan Gadjah Mada University Press menyebutkan setidaknya ada sekitar 50 ragam sup yang dikenal di Indonesia dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Misalnya Sop Senerek yang dibuat dari kuah daging sapi dengan isian kacang merah. Sop ini cukup populer di daerah Magelang. Ada juga Sop Konro dari Makasar. Ini adalah masakan sup iga sapi khas Indonesia yang berasal dari tradisi Bugis dan Makassar.

Sop ini biasanya dibuat dengan bahan iga sapi atau daging sapi. Masakan berkuah warna coklat kehitaman ini berasal dari buah kluwek yang memang berwarna hitam. Saat menyantap sop konro jangan kaget biasanya ada rasa pedas, karena selain menggunakan potongan cabai, sop ini juga menggunakan rempah ketumbar. Bagi penggemar sop konro yang jadi kenikmatan utama adalah daging yang melekat pada iga sapi tersebut. Daging harus empuk dan agak kenyal.

Tambahan daun bawang serta bawang goreng pada kaldunya, menjadikan sup konro semakin bertambah nikmat dan gurih. Disajikan dengan nasi putih dan emping serta potongan jeruk. Nilai gizi yang terkandung dalam sop konro tidak perlu diragukan, karena di dalamnya ada karbohidrat, protein, kalium, besi, fosfor dan vitamin B2. Sebaliknya kadar kolestrol dan lemaknya tergolong rendah, dikarenakan tidak ada campuran jeroan sapi pada masakan ini.

Sop lainnya adalah Sop Tunjang, ini adalah sop kaki yang memakai sapi muda. Sop asal Pekanbaru ini memang sekilas mirip sop iga, hanya saja tulang kaki sapi yang disajikan masih berbalut daging tebal dengan tekstur empuk. Sop tunjang terdiri dari potongan tunjang atau tulang kaki sapi, kentang, wortel, tomat, dan ditaburi daun bawang.

Kuahnya yang bening kekuningan sangat bercitarasa karena terdiri dari bawang putih, bawang merah, jahe, kemiri, kayumanis, dan cengkeh. Dari Belitung ada Sop Gangan, arti gangan dalam bahasa Belitung adalah masakah berkuah berisi sayuran dan ikan laut atau daging sapi dengan rasa rempah kuat. Keunggulan dari sop ini adalah ikan yang dipakai haruslah segar agar rasanya benar-benar enak. Setelah dibersihkan dan dipotong, ikan dimasak dalam kuah kuning dengan bumbu kunyit, bawang merah, lengkuas, nanas atau mangga muda, dan cabai rawit Belitung yang beraroma segar dan kuat. Dari Kota Solo terkenal dengan Sop Kimlo, sup ini merupakan perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa.

Sop ini terdiri dari bahan-bahan yang mudah didapat seperti suwiran ayam, irisan wortel, jamur kuping, soun, kembang tahu, dan bunga sedap malam. Semua bahan tersebut nantinya akan diberi kuah kaldu ayam hangat. Ada juga Rawon dari Jawa Timur,dengan tampilan yang khas, hitam, rawon disebut sebagai salah satu jenis sup asli Indonesia. Dibeberapa daerah di Sumatra, mereka menggunakan ikan untuk membuat kaldu untuk sajian sup ikan. Selain itu, masih banyak lagi jenis sup di Indonesia.

Hidangan sup yang ada di Indonesia bisa dibilang mirip dengan soto. Hanya saja, bumbu dan isian antara sup dan soto berbeda. Kuah pada sup jauh lebih ringan. Sementara kuah pada soto jauh lebih kuat karena penggunaan rempahrempah. Baik rempah rimpang seperti kuyit, jahe, serai maupun rempah daun seperti daun salam maupun daun jeruk.

Bumbu pada sup biasanya jauh lebih sederhana, yakni hanya bawang putih, bawang merah dan merica sebagai bumbu utama. Tetapi beberapa sajian sup ada yang menggunakan bumbu tambahan seperti kayu manis atau biji pala sehingga lebih terasa hangat di tubuh. Meski dengan bumbu yang lebih sederhana tetapi cita rasa yang dihasilkan sup tetap tidaklah kalah jika dibandingkan dengan soto.

Gurih dan lezat plus terasa hangat di tubuh. Dalam hal penyajian, sup juga sama seperti soto yang bisa disajikan bersama nasi serta lauk pauk. Sup juga bisa didampingi dengan aneka lauk pauk seperti perkedel kentang, tempe atau kerupuk.

Tak lupa nasi putih dan juga sambal. Sup di Indonesia sendiri dibagi dalam dua jenis yang masing-masing dibedakan dari kuahnya. Yakni sup bening atau kuah jernih dan sup kental. Sup dengan kuah jernih berasal dari rebusan kaldu daging yang digunakan.

Sup ini hampir umum ditemui pada sajian sup-sup di sejumlah daerah di Indonesia. Kuahnya jernih dengan isian sayuran. Sementara sup dengan kuah kental, biasanya menggunakan tambahan susu ataupun cream pada kaldunya.

Tambahan bahan pengental terkadang diperlukan dengan isian berupa daging atau sayuran seperti wortel. Sup dengan kuah kental ini misalnya zuppa soup atau sup jagung manis yang biasanya hadir dalam menu sajian pesta.

Terinspirasi dari Hidangan Belanda Masih dari buku yang sama disebutkan kehadiran bangsa Belanda di pulau Jawa berperan besar dalam menularkan tradisi kuliner bangsa Belanda ke masyarakat pribumi.

Salah satunya adalah sup yang disebut soep dalam bahasa Belanda yang kemudian lazim di sebuat "sop" oleh masyarakat Jawa. Sup dikalangan Belanda biasanya disajikan dalam kondisi panas sebagai makanan pembuka yang bisa dijadikan sebagai penghangat tubuh. Namun dengan iklim tropis nusantara, akhirnya masyarakat Belanda terbiasa mendinginkan sup terlebih dahulu dan menyantapnya bersama dengan nasi. Karena pergeseran itulah, hingga saat ini sup di kalangan masyarakat Indonesia lebih dikenal sebagai teman nasi yang disantap bersama.tambahan lauk pauknya.

Untuk Pengobatan Kuah yang gurih dengan isian sayuran, membuat sup tak hanya lezat disantap. Apalagi jika disajikan hangat bersama dengan sedikit sambal, sup rasanya bisa membuat mata kembali melek. Dalam buku The Secret of People Who Never Get Sick tahun 2010, Gene Stone mengatakan bahwa sup ayam memang sudah lama dikenal sebagai resep pengobatan sejak zaman mesir kuno hingga abad pertengahan. Bahkan sup ayam sempat di sebut sebagai "pinisilin".

Pasalnya, salah satu dokter Yahudi terkenal pada abad ke 12, Maimonides menggunakan sup ayam sebagai menu utama untuk mengobati sejumlah penyakit seperti wasir, sembelit dan kusta.

Sup menjadi hidangan yang sehat,bahkan mungkin memiliki efek kesehatan karna kandungan bahan-bahan yang ada di dalamnya yang dinilai memiliki gizi dan manfaat yang baik bagi tubuh. nik/dariberbagaisumber/R-2

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.