Indahnya Furnitur dari Daur Ulang Plastik
Jumat, 28 Des 2018, 01:00 WIBDesainer global telah membuat furnitur berbentuk datar dan kuat dari botol plastik daur ulang dan valchromat atau bahan serat kayu.
Proses daur ulang plastik menjadi furnitur merupakan celah untuk memanfaatkan plastik dalam jangka panjang. Hal tersebut lantaran, sampah plastik makin merajalela terutama di lautan. Proses daur ulang menjadi langkah penahanan sampah plastik ke laut. Dan meja kursi merupakan jenis furnitur yang dapat diolah dari plastik daur ulang.
Selain bentuknya yang sederhana, furnitur tersebut tergolong fungsional sehingga daya gunanya yang lebih banyak dibandingkan furnitur lainnya.
Paola Calzada Arquitectos, perusahaan arsitektur dari Meksiko menjadi salah satu perusahan yang memproduksi furnitur berbahan daur ulang plastik ini. Mereka memproduksi furnitur berbentuk datar dan kuat dari botol plastik daur ulang dan valchromat atau bahan serat kayu. Furnitur yang dibuat dalam merek Luken tersebut merupakan serangkaian kursi dan meja anak-anak yang dapat dirakit tanpa paku maupun lem.
Potongan-potongan tersebut dibuat dari 100 persen botol plastik daur ulang yang dilebur dalam papan atau panel valchromat setebal 12 milimeter. Bahan medium densityfibreboard (MDF) yang terbuat dari kayu yang di panen dari hutan bersertifikasi berkelanjutan di Portugal. Bahan ini kemudian dislot bersama dengan papan plastik untuk membentuk potongan-potongan.
Furnitur yang terbuat dari bahan daur ulang tersebut dapat digunakan di dalam dan di luar ruangan lantaran tahan terhadap sinar matahari, air dan dapat menahan beban. "Tidak ada bahan kimia yang ditambahkan dalam proses pembuatan bahan kami," terang adesainer dari perusahaan tersebut seperti yang dilansir dari laman dezeen. "Setelah memotong papan, hasilnya adalah potongandatar yang hanya di rakit di rumah klien. Tidak ada paku atau lem yang diperlukan."
Dengan konsep tersebut, produk dapat dikirim ke seluruh dunia dengan layanan terbang yang tidak terlalu mahal karena produknya dikemas dalam bentuk flat. Ide membuat meja dan kursi dari daur ulang plastik tidak lain sebagai bentuk keprihatinan pendiri perusahaan arsitektur terhadap polusi plastik dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Desainer juga berupaya membantu mengurangi sampah plastik di lautan dan menumbuhkan kesadaran di kalangan generasi muda. "Kami muak dengan gambar sampah yang mengambang di laut dan memutuskan untuk mengambil "ujung gunung" dan memberikan masa depan yang lebih baik," ujar dia.
"Kami benar-benar berenang dalam plastik, telah terbukti bahwa ada pastikel mikro plastik dalam ikan yang kami makan, dan botol-botol produk di Meksiko telah diseret arus laut sejauh pantai Inggris," ujar dia. Hingga saat ini, Luken telah mendaur ulang hingga 80.000 botol plastik untuk mencegah botol plastik berakhir di sungai, danau dan lautan.
Lebih Sederhana
Sementara, dalam konsep sederhana, Wahyu Adi Prayoga, Koordinator Komunitas Depok Clean Action (DCA) membuat meja dan kursi dari botol plastik kerja. Berbeda dengan Paola Calzada Arquitectos, perusahaan arsitektur dari Meksiko, Wahyu menggunakan botol plastik bekas yang diisi dengan potongan- potongan plastik bekas mie instant, kopi, detergen dan lain sebagainya.
" Tujuannya untuk memperpanjang usia pakai plastik," ujar dia. Botol-botol plastik bekas yang sudah diisi potongan plastik lalu disusun menjadi kotak lalu dilapisi dengan kayu di bagian sisinya. Ini supaya menjadi kursi yang nyaman, bagian dudukannya ditambah dengan busa. Kursi dapat menjadi ganti bangku santai maupun bangku sehari-hari. Meski sederhana, tetap tidak mengurangi keindahan bentuknya. yun/E-6
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Tim Koran Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.