AS Percepat Penyelidikan Skandal 1MDB

Senin, 11 Jun 2018, 01:00 WIB

WASHINGTON DC - Petugas yang berwenang di Amerika Serikat (AS) akan mempercepat penyelidikan terhadap dana kekayaan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yang didirikan mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, sejak Najib kalah dalam pemilihan umum pada bulan lalu. Hal itu disampaikan sejumlah narasumber pada Sabtu (9/6).

"Mereka telah bertukar lebih banyak bukti dengan pihak berwenang Malaysia," kata tiga narasumber yang mengetahui langsung penyelidikan tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Setidaknya enam negara, termasuk Malaysia, AS dan Swiss, menyelidiki tuduhan bahwa Najib dan rekannya mengantongi bagian dari 4,5 miliar dollar AS yang diduga dicuri dari dana permodalan kelolaan negara 1MDB.

Penyelidikan itu semakin gencar sesudah Najib tanpa diduga kalah dalam pemilihan umum pada 9 Mei. Najib bersikeras membantah melakukan kesalahan sehubungan dengan dugaan korupsi yang melibatkan 1MDB tersebut.

"Biro Penyelidikan Pusat meyakini pemerintah baru Malaysia lebih bersedia bekerja sama, sedangkan petugas AS melihat pemerintah Najib giat menghalangi penyelidikan," tambah dua narasumber.

Sementara jaksa AS mempertimbangkan kemungkinan menuntut Najib atau rekannya, namun mereka lebih suka Malaysia yang mengajukan tuntutan pidana terhadap pejabat Malaysia. "Begitulah sebaiknya cara kerjanya," kata penegak hukum AS.

Najib sejauh ini masih mempertahankan mantan Jaksa Agung AS, John Ashcroft, dan badan pengacara New York, David Boies, untuk mewakilinya sehubungan dengan penyelidikan AS itu," ucap narasumber akrab dengan kuasa hukum Najib tersebut.

Tuntut Pengembalian

Dalam serangkaian penyitaan harta pada tahun lalu, jaksa AS di naskah pengadilan menduga bahwa sebagian uang curian dari 1MDB dimasukkan ke dalam rekening pribadi, yang diketahui sebagai "Pejabat Malaysia 1".

Sejak kekalahan Najib dalam pemilihan umum, pemerintah baru Malaysia gencar memulihkan miliaran dollar AS yang diduga disedot dari 1MDB.

"Pemerintah Malaysia yang baru mengharapkan pemerintah AS meminta bank investasi Goldman Sachs mengembalikan hampir 600 juta dollar AS dalam biaya perolehannya dari obligasi untuk dana kekayaan pemerintah tersebut," ucap seorang narasumber. "Tidak ada permintaan resmi, tapi pejabat tinggi giat membahas rencana di dalam pemerintahan," imbuh mereka.

Sebelumnya PM Mahathir Mohamad menyatakan Malaysia juga berusaha menangkap Jho Low, tokoh utama dalam skandal, yang memberi saran permodalan dan kesepakatan perundingan 1MDB.

Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Pasar Murah Jatim Tembus 95 Kali, Khofifah Fokus Dekatkan Pangan Terjangkau ke Warga

Unik! Bupati Pacitan Pimpin Upacara HUT RI ke-81 dari Goa Terdalam di Pulau Jawa

Promo HUT RI ke-81! Tiket Whoosh Jakarta-Karawang Mulai Rp8.800, Ini Cara Dapatnya

Bikin Haru! Ojek Pangkalan, Penjaga Kedai Kopi hingga Damkar Dapat Undangan Upacara HUT RI di Istana

Superman Palangka Raya Ikut Padamkan Kebakaran Lahan Gambut akibat El Niño

MURI Catat Rekor Dunia! Merah Putih Membentang 120 Meter dari Apartemen di Depok

BBTE 2026 Targetkan 200 Buyer dan 100 Seller, Borobudur Jadi Hub Pariwisata Jawa Tengah

Unik! Bendera Merah Putih Bakal Dikibarkan di Akuarium Hiu Ancol Saat HUT RI ke-81

Uji Coba Lawan Persita Jadi Pelajaran Berharga, PSS Sleman Siap Berbenah!

Ambulans Terbang Segera Terwujud? BRIN Matangkan Ekosistem Pesawat N219

Bikin Kaget! Kenapa Bupati Aceh Barat Larang Lomba Panjat Pinang Saat HUT ke-81 RI?

Shayne Pattynama Kembali ke Persija Jakarta, Begini Reaksi Bahagianya

Tak Tinggal Diam, TNI AU Gerak Cepat! 13 Ton Bantuan Dikirim untuk Korban Gempa NTT

Taman Safari Kembali Gelar Kompetisi Fotografi dan Video Satwa IAPVC, Tahun Ini Ada Dua Kategori Baru!

Duka Gempa NTT Sampai ke Amerika, Kedubes AS Sampaikan Belasungkawa

Mau Naik Kereta Murah? KAI Daop 2 Siapkan 4.040 Kursi dalam Promo 17 Agustus

Bikin Geger! Polda Jatim Selidiki Motif Pria di Balik Pelemparan Bom Molotov

Mimpi yang Jadi Nyata! Perjuangan Paskibraka Nasional 2026 hingga Berdiri di Istana

Antusias Sambut HUT Ke-81 RI, Warga Rela Berburu Undangan hingga Siapkan Baju

500 Pendaki Tim Ekspedisi 81 akan Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Arjuno

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.