Sleman Menuju Destinasi Kuliner dan Belanja Terkemuka
Kamis, 04 Jan 2018, 06:00 WIBSleman merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang selain menawarkan pemandangan memukau, suasana hangat dan bersahabat, juga memiliki budaya adiluhung yang selalu menyertai kehidupan masyarakatnya. Di wilayah ini banyak destinasi belanja dan kuliner yang tersebar dari sisi utara, selatan, timur, dan barat.
Tongseng opyok dan jadah tempe di Kaliurang, ingkung bebek di Ngino, ayam goreng Kalasan, dan belut goreng Godean merupakan beberapa contoh kuliner khas yang ada dan dapat ditemui di Kabupaten Sleman.
Pasar tradisional, seperti Pasar Prambanan, Pasar Godean, dan Pasar Srowolan merupakan beberapa pasar tradisional yang menjadi daya tarik wisata belanja di Kabupaten Sleman. Selain keberadaan empat dari total delapan mal yang ada di DIY.
Menyadari potensi yang begitu besar tersebut, upaya mengembangkan potensi wisata kuliner dan belanja di Kabupaten Sleman terus dilakukan pemerintah daerah setempat. Salah satunya melalui penandatanganan memorandum of understanding (MoU) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terkait dengan percepatan pengembangan wisata kuliner dan belanja.
Dalam penandatanganan MoU belum lama ini, Pemkab Sleman diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi. Kemenpar diwakili Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya, Lokot Ahmad Enda.
Lokot menyampaikan Kabupaten Sleman memiliki potensi wisata kuliner dan belanja yang belum dikembangkan secara optimal. Pengembangan itu perlu dilaksanakan agar jumlah kunjungan wisatawan di Sleman meningkat. Semua ini membawa dampak langsung bagi masyarakat, utamanya yang bergerak di sektor kuliner dan belanja.
"Pengembangan potensi wisata kuliner dan belanja ini akan dilakukan bersama dengan pembagian peran yang jelas. Peran pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenpar, adalah memberikan dukungan promosi dan publikasi terkait dengan potensi yang ada," kata Lokot.
Lokot menggarisbawahi bahwa MoU ini menjadi pengikat komitmen daerah dalam pengembangan wisata, terutama wisata kuliner dan belanja. Melalui MoU ini, daerah diharapkan menindaklanjutinya melalui kebijakan anggaran dan teknis lain sehingga ada kesamaan langkah dengan kebijakan anggaran pemerintah pusat, terutama di sektor pariwisata.
Menurut Lokot, sektor pariwisata menjadi prioritas ke-2 pembangunan nasional pada tahun 2018. Artinya, peran sektor pariwisata dalam pembangunan nasional menjadi makin diperhitungkan. Pemkab Sleman diharapkan menata dan mengembangkan destinasi wisata kuliner dan belanja dengan lebih optimal di segala aspek pendukungnya, termasuk atraksi terkait, dan kualitas sumber daya manusia pendukungnya.
Langkah Strategis
Sumadi mengatakan jajaran Pemkab segera menindaklanjutinya. Respons kesiapan Sleman yang ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata kuliner dan belanja maka Dinas Pariwisata bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, segera menyusun langkah-langkah strategis dan teknis yang diperlukan.
Kesepakatan ini untuk mengembangkan destinasi dan potensi wisata kuliner dan belanja di Kabupaten Sleman. "Dengan ini, disusun dan ditetapkan destinasi wisata kuliner dan belanja nonkuliner di Sleman. Selanjutnya, disusun rencana kerja percepatan pengembangan destinasi wisata kuliner dan belanja nonkuliner," kata Sumadi.
Untuk mendukung pelaksanaan pengembangan destinasi wisata kuliner dan belanja nonkuliner, dibentuk kelembagaan, penguatan produk kuliner dan belanja nonkuliner, pelayanan wisatawan dan pemasaran wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih mengatakan upaya pengembangan destinasi wisata kuliner dan belanja di Sleman terus dilaksanakan. Salah satunya melalui kegiatan Festival Desa Wisata yang puncak acaranya telah dilaksanakan pada 19 Desember 2017 di Tlogo Putri, Kaliurang.
Kegiatan puncak Festival Desa Wisata di Tlogo Putri ini menampilkan beberapa kuliner khas dan barang kerajinan yang ditawarkan oleh desa wisata yang tersebar di Kabupaten Sleman. Kekayaan kuliner di desa wisata inilah yang akan dikembangkan lebih terarah dan terpadu. Pada akhirnya akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa wisata sehingga mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Upaya percepatan pengembangan wisata kuliner dan belanja di Sleman akan terus diupayakan dengan koordinasi antar-organisasi perangkat daerah terkait. Beberapa event terkait telah disiapkan guna mendukung dan menindaklanjuti penandatangan MoU ini, seperti Festival Kuliner Kaliurang pada tahun 2018 dan beberapa kegiatan lain.
n YK/Ant/N-3
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara, Eko S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.