KRAS Pacu Bisnis Lewat Krakatau Osaka

Jumat, 21 Jul 2017, 05:00 WIB

CILEGON - PT Krakatau Osaka Steel (KOS), perusahaan patungan Osaka Steel Co Ltd (80 persen) dan PT Krakatau Steel (KS), meresmikan pabrik berkapasitas 500.000 ton per tahun yang berlokasi di Cilegon, Banten.

Pabrik itu akan memproduksi baja tulangan, baja profil, dan flat bar. "Baja tulangan, baja profil dan flat bar banyak dipergunakan untuk pekerjaan struktur sipil di sektor konstruksi dan infrastruktur," kata Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), Mas Wigranto Roes Setyadi pada acara peresmian, Kamis (20/7).

Ket. Foto: PERESMIAN PABRIK - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (tengah) bersama CEO PT Krakatau Osaka Steel (KOS) Masahiro Takahashi (kanan) dan Wali Kota Cilegon Iman Aryadi (kiri) meninjau areal pabrik usai meresmikan pengoperasian pabrik baja PT Krakatau Osaka Steel di Cilegon, Banten, Kamis (20/7). — Sumber: ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN

Ikut hadir dalam acara tersebut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Gubernur Banten Wahidin Halim, Wali Kota Cilegon Tb Iman Ariyadi, serta beberapa tamu undangan lainnya.

PT KOS memulai pembangunan pabriknya di kawasan industri Krakatau Cilegon pada Maret 2015 serta menyelesaikan pekerjaannya pada Desember 2016, serta 25 Januari 2017 pabrik ini mulai beroperasi secara komersial. Seluruh produk KOS meliputi baja tulangan, baja profil, baja C (Channel) sudah mendapatkan sertifikasi dari SNI, serta sudah memenuhi standar internasional untuk ukuran, panjang, ketebalan, dan kelurusan.

PT KOS akan memasok produk baja profil berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan menara transmisi listrik, dan struktur baja lainnya. Untuk pembangunan jalan tol dan perkeretaapian, PT KOS memproduksi dan merekomendasikan penggunaan baja tulangan 550 yang dapat meningkatkan kemampuan dan menghemat masa konstruksi. Produk ini merupakan tulangan yang sangat tebal berdiameter 50 mm.

Meningkatkan Kontribusi

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada kesempatan tersebut berharap, hadirnya industri baja di Indonesia dapat meningkatkan kontribusi sektor industri terhadap PDB yang ditargetkan terus meningkat dari 18,2 persen tahun 2016 menjadi 30 persen tahun 2035. "Hal ini sejalan dengan pertumbuhan industri non migas dan manufaktur yang tahun 2017 diharapkan memberikan kontribusi 5,5 dan 18,7 persen terhadap PDB," kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan Kementerian Perindustrian memiliki enam kebijakan industri nasional yang meliputi pemberdayaan SDM di sektor industri melalui pendidikan vokasi, penguatan struktur industri melalui optimalisasi rantai nilai, insentif bagi industri berbasis tenaga kerja dan berorientasi ekspor, pengembangan industri kecil menengah berbasis digital, pengembangan industri berbasis sumber daya alam, serta pengembangan zona industri di luar Jawa.

Airlangga juga mengatakan perlunya memperkuat industri baja sebagai tulang punggung kegiatan sektor industri lainnya seperti permesinan, suku cadang, otomotif, maritim, dan elektronik. Juga untuk komponen utama sektor manufaktur seperti bangunan jalan, jembatan, telekomunikasi, dan lainnya. Menteri juga menjelaskan anggaran pemerintah untuk infrastruktur naik di atas 80 persen untuk tahun depan mencapai Rp387,3 triliun, sehingga dapat mendorong industri baja.

Ant/AR-2

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.