Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO Kecam Negara Kaya

📅 Jumat, 20 Agu 2021, 05:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO Kecam Negara Kaya Doc: istimewa
Ket. Mike Ryan, Direktur Kedaruratan WHO

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Rabu (18/8) mengecam langkah tergesa-gesa negara-negara kaya yang berencana akan memberikan suntikan vaksin Covid-19 penguat (booster), sementara masih ada jutaan orang di seluruh dunia belum menerima satu dosis pun.

Para pakar WHO bersikeras bahwa pemberian booster belum diperlukan karena belum ada cukup bukti ilmiah. "Memberi mereka (suntikan booster) sementara begitu banyak orang yang masih menunggu untuk diimunisasi adalah tidak bermoral," kata pakar WHO.

Kecaman itu dilontarkan sebelum otoritas di Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa semua warga AS yang telah divaksinasi akan menerima dosis tambahan.

"Mereka berencana untuk membagikan jaket pelampung tambahan kepada orang-orang yang sudah memiliki jaket pelampung, sementara membiarkan orang lain tenggelam tanpa satu jaket pelampung pun," kata Direktur Kedaruratan WHO, Mike Ryan, dalam konferensi pers di markas besar badan PBB di Jenewa.

Awal bulan ini, WHO menyerukan moratorium pemberian suntikan vaksin Covid-19 tambahan untuk membantu meringankan ketidaksetaraan yang amat drastis dalam distribusi dosis antara negara kaya dan miskin.

"Yang pasti adalah pentingnya seseorang untuk mendapatkan dosis pertama untuk melindungi yang mereka yang paling rentan sebelum pemberian booster diluncurkan," kata Dirjan WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada konferensi pers Rabu lalu.

"Ketidakadilan vaksin adalah hal yang memalukan bagi seluruh umat manusia dan jika kita tidak mengatasinya bersama-sama, kita akan memperpanjang tahap akut pandemi ini selama bertahun-tahun padahal sebenarnya kita bisa mengakhirinya dalam hitungan bulan," imbuh Tedros.

Lanjutkan Rencana

Namun hal itu tak menghentikan sejumlah negara melanjutkan rencana untuk memberikan suntikan booster dengan alasan untuk mencegah lonjakan Covid-19 varian Delta.

Sebelumnya pihak berwenang AS, yang memperingatkan bahwa kemanjuran vaksinasi Covid-19 menurun dari waktu ke waktu, mengatakan pada Rabu (18/8) bahwa mereka telah mengizinkan pemberian suntikan booster untuk semua warga AS mulai 20 September. AS akan memberikan suntikan penguat sekitar delapan bulan setelah seseorang mendapatkan dosis kedua dari vaksin jenis mRNA buatan Pfizer dan Moderna.

Selain WHO, keputusan AS untuk memberikan suntikan booster juga dikecam oleh organisasi kemanusiaan seperti The ONE Campaign.

"Keputusan pemerintahan AS untuk mengesahkan suntikan tambahan untuk semua warganya mengancam akan memperlebar kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin," kata Sarah Swinehart, Direktur Senior Komunikasi dari organisasi The ONE Campaign Amerika utara.

"Fakta bahwa AS dan negara-negara kaya lainnya membutuhkan suntikan penguat adalah tanda kegagalan dunia untuk memiliki rencana global guna mengakhiri virus ini," tambah organisasi itu.

Adapun negara yang akan memberikan suntikan booster selain AS yaitu Israel. AFP/VoA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Cukup Foto Selfie, AI Baru ...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.