Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Prospek Perekonomian | Imbal Hasil US Treasury Naik hingga ke Level Tertinggi

Waspadai Risiko Global

Foto : ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas

Tangkapan virtual Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2023, Jakarta, Rabu (25/10/2023).

A   A   A   Pengaturan Font

Zona ekonomi kawasan Eropa dinilai juga mengalami situasi yang sulit menimbang inflasi masih tinggi, adanya Perang Rusia dan Ukraina, ditambah masalah Palestina dan Israel yang berpotensi memberikan dampak terhadap harga minyak atau energi.

Situasi ketidakpastian perekonomian global berdampak bagi pertumbuhan ekonomi dunia. Sejumlah lembaga internasional seperti International Monetary Fund dan World Economic Forum memangkas proyeksi ekonomi dunia pada 2023 dan 2024. "Di sisi lain, inflasi kita lihat masih relatif pada level yang cukup tinggi dan di atas target dari banyak bank sentral-bank sentral," ucap Sri Mulyani.

Sebagai tambahan informasi, realisasi APBN mencatatkan surplus sebesar 67,7 triliun rupiah hingga September 2023 atau setara 0,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pendapatan negara tercatat 2.035,6 triliun rupiah, sedangkan belanja negara tercatat sebesar 1.967,9 triliun rupiah.

Sebelumnya, Kepala Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Firman Muchtar, mengatakan bank sentral telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi risiko global untuk menjaga kestabilan perekonomian Indonesia. "Kami lakukan secara pre-emptive, kami mitigasi agar tetap menjaga pertumbuhan ekonomi," katanya, beberapa waktu lalu.

Salah satu fokus utama BI dalam menyiapkan langkah mitigasi adalah menjaga kestabilan harga guna menekan kemungkinan naiknya imported inflation. BI mewaspadai kemungkinan risiko global bertransmisi dengan peningkatan imported inflation.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Muchamad Ismail, Antara

Komentar

Komentar
()

Top