Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Uni Eropa Terus Dukung Penerapan Teknologi Bersih

Foto : ANTARA/Shutterstock

Ilustrasi - Bendera Uni Eropa di depan gedung Markas Komisi Eropa di Brussels, Belgia, Eropa.

A   A   A   Pengaturan Font

Dalam upaya mendukung pelestarian lingkungan, Uni Eropa akan terus mendukung penerapan teknologi bersih.

BRUSSELS - Uni Eropa (UE) akan menetapkan target produksi setidaknya 40 persen dari permintaan teknologi bersih pada tahun 2030. Untuk itu, Komisi Eropa akan mengajukan dua rancangan hukum minggu ini dalam upaya mendukung target tersebut.

"Kami akan mengajukan dua rancangan hukum minggu ini yaitu Undang-Undang Industri Nol Bersih (Net-Zero Industry Act) dan Undang-Undang Bahan Baku Kritis (Critical Raw Materials Act) untuk mendukung modernisasi dan kemandirian industri Eropa," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada sesi pleno Parlemen Eropa, di Strasbourg, Prancis, Rabu (15/3).

Dengan Net-Zero Industry Act, Uni Eropa menetapkan ambisi. "Pada tahun 2030, kami ingin dapat menghasilkan setidaknya 40 persen dari teknologi bersih yang dibutuhkan," ujarnya merujuk pada proses pengurangan dampak negatif lingkungan melalui peningkatan efisiensi energi dan penggunaan sumber daya yang berkelanjutan.

Dia menekankan bahwa "perlombaan sedang berlangsung" dalam industri teknologi bersih global yang mencapai omzet lebih dari 1 triliun dolar tahun lalu dan diperkirakan akan melipatgandakan pasarnya pada 2030.

Proposal UE yang baru akan memberikan "kecepatan, penyederhanaan, plus pendanaan" untuk teknologi bersih UE, tegas von der Leyen.

Rancangan lainnya, Undang-Undang Bahan Baku Kritis akan mengusulkan untuk mengurangi ketergantungan blok pada China sebagai pemasok, dengan mengamankan mitra dagang baru, seperti Kanada atau AS, mempercepat ekstraksi bahan tanah langka dan daur ulang di Eropa, ia melanjutkan.

Charles Michel, presiden Dewan Eropa menekankan bahwa "China dan AS tidak berjarak sama dari kita."

"Kami adalah mitra AS yang setia dan ingin fokus pada hubungan bersejarah, fokus pada nilai dan kebijakan ekonomi, yang juga penting untuk keamanan kami," tegasnya lebih lanjut.

Mengakui bahwa UE harus "terlibat dengan China dalam isu-isu global," seperti aksi iklim, Michel mendesak "untuk menyeimbangkan kembali hubungan ekonomi dengan China, terutama dalam hal poin strategis untuk kemakmuran Eropa di masa depan."

Dia juga menyatakan bahwa UE harus "terlibat untuk mencoba mengurangi ketergantungan yang bisa sangat mahal" sebagai pelajaran dari perdagangan energi dengan Russia.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top