Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

UNDP Adakan Kompetisi Pemecahan Limbah Plastik

📅 Rabu, 17 Mar 2021, 17:30 WIB | Oleh:
UNDP Adakan Kompetisi Pemecahan Limbah Plastik Doc: ISTIMEWA
Ket. bahaya limbah

JAKARTA - Limbah plastik saat ini menjadi salah satu masalah yang belum terpecahkan secara komprehensif di Indonesia. Sebagian besar limbah plastik terbuang ke laut yang mengancam kehidupan kehidupan biota laut.

Riset dari Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan, sekitar 270 ribu hingga 600 ribu ton sampah plastik yang masuk ke perairan Indonesia tiap tahunnya. Hal ini dapat merusak potensi ekonomi laut Indonesia yang pada diperkirakan LIPU mencapai 1.772 triliun rupiah.

Untuk memecahkan masalah limbah plastik yang terbuang ke laut, Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) bersama Kementerian Luar Negeri Norwegia, dan NORAD (Norwegian Agency for Development Cooperation) kembali menggelar kompetisi penyelesaian limbah laut bertajuk EPPIC (Ending Plastic Pollution Innovation Challenge (EPPIC) 2 yang merupakan kelanjutan dari EPPIC yang berfokus ke negara-negara ASEAN.

Deputy Resident Representative UNDP Indonesia Sophie Kemkhdaze, mengatakan, "Berdasarkan studi lain menunjukan bahwa Asia Tenggara merupakan wilayah dengan kontribusi kebocoran plastik di lautan yang terbesar. UNDP berharap bahwa EPPIC dapat berkontribusi untuk menurunkan angka tersebut melalui munculnya solusi-solusi inovatif, pengembangan dan replikasinya," ujar dia dalam webinar Selasa (16/3).

"Dari EPPIC 2020 sebelumnya di Vietnam dan Thailand, kita sudah melihat solusi yang ditawarkan oleh berbagai startup, LSM, dan akademisi yang berasal dari negara-negara ASEAN. Tahun ini, kami berharap dapat melihat kontribusi yang lebih banyak lagi untuk menyelesaikan masalah-masalah polusi plastik laut yang ada di Indonesia dan Filipina," kata Kemkhadze.

Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sekaligus Sekretaris Tim Pelaksana Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut, Novrizal Tahar, mengatakan, "Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah pengurangan sampah dan sampah plastik dari hulu hingga hilir. Kami tentunya sangat mengapresiasi adanya program EPPIC ini," ujar dia.

Ia berharap EPPIC banyak melahirkan banyak inovasi yang membantu meringankan beban permasalahan polusi plastik yang ada, memberikan dorongan ekonomi, serta menumbuhkan pemahaman masyarakat tentang bahaya dan dampak dari polusi plastik demi keberlangsungan hidup manusia dan hayati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Kasus Kekerasan Seksual Mem...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.