Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tuksono di Kulon Progo Membangun Kampung Tradisional untuk Lestarikan Budaya Lokal

📅 Jumat, 22 Sep 2023, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tuksono di Kulon Progo Membangun Kampung Tradisional untuk Lestarikan Budaya Lokal Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo
Ket. Paniradya Pati Kaistimewan Aris Eko Nugroho meletakan batu pertama dimulainya pembangunan Balai Budaya Tuksono, Kabupaten Kulon Progo.

Kulon Progo - Pemerintah Kalurahan Tuksono, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membangun balai budaya dan kampung tradisional dalam rangka melestarikan budaya lokal dan membangkitkan ekonomi masyarakat di wilayah ini.

Lurah Tuksono Zainuri di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pembangunan Kampung Tradisional dan Balai Budaya Tuksono bersumber dari dana keistimewaan DIY senilai Rp1,62 miliar.

Kalurahan Tuksono merupakan salah satu Kalurahan Mandiri Budaya di Kulon Progo yang berada di Kecamatan/Kapanewon Sentolo.

"Pembangunan balai budaya ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk sentra kerajinan serat alam dan pengemasan kuliner tahu," kata Zainuri.

Ia mengatakan Desa Tuksono termasuk desa yang rutin mengadakan upacara adat, salah satunya upacara adat bersih dusun dan luwaran, sehingga Desa Budaya Tuksono semakin dikenal di Kabupaten Kulon Progo.

Zainuri berharap pembangunan kampung tradisional dan Balai Budaya Tuksono berdampak pada ekonomi masyarakat.

"Harapan ke depan Kampung Tradisional dan Balai Budaya Tuksono dapat menjadi area pemberdayaan masyarakat di bidang pelestarian adat dan tradisi, kesenian lokal, kuliner, kerajinan, dan pariwisata yang akhirnya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, mengurangi kemiskinan dan pengangguran," kata Zainuri.

Sementara itu, Penjabat Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan pembangunan Kampung tradisional dan Balai Budaya Tuksono tidak hanya berupa bangunan balai budaya, melainkan juga menjadi tempat pembinaan potensi dan kekayaan lokal.

Untuk itu, ia berharap adanya komitmen dari semua pihak agar secara berkelanjutan dapat mengisi kegiatan pemberdayaan masyarakat di balai budaya tersebut.

"Nanti perlu adanya komitmen dari semua pihak, tidak sekedar bangunan itu ada, tetapi harus ada komitmen bagaimana mengisi dan menjaganya menjadi sesuatu yang kemudian berlanjut," kata Ni Made.

Selain komitmen, juga dibutuhkan kreativitas dan inovasi agar eksistensi kampung tradisional Tuksono terjaga dan dikenal masyarakat luas.

Untuk menjaga keberlangsungan dari aktivitas Kampung Tradisional dan Balai Budaya Tuksono, perlu adanya kreativitas dan inovasi, serta peningkatan pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana pemasaran.

"Jadi, bagaimana cara memasarkan agar orang tahu bahwa di Tuksono tidak hanya sebagai kawasan industri, namun juga ada aktivitas kreativitas masyarakat," kata Ni Made.

Paniradya Pati Kaistimewan Aris Eko Nugroho mengatakan tantangan terbesar bukan pembangunan fisik, melainkan keberlangsungan aktivitas di Kampung Tradisional dan Balai Budaya Tuksono itu sendiri.

Pembangunan fisik ini hanya salah satu sarana prasarana, tetapi yang paling penting adalah bagaimana fisik ini bisa beroperasi dengan optimal. Tuksono juga menjadi bagian bentuk baru, dimana ada balai budaya sekaligus kampung tradisional.

"Harapan kita dengan adanya kolaborasi antara keinginan aktivitas di dalam rangkaian budaya ini bisa menjadi pembeda dari tempat lainnya," kata Aris.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.