Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok dan AS Didesak Jaga Perdamaian usai Pelosi ke Taiwan

📅 Jumat, 05 Agu 2022, 00:00 WIB | Oleh:
Tiongkok dan AS Didesak Jaga Perdamaian usai Pelosi ke Taiwan Doc: ISTIMEWA
Ket. TANEE SANGRAT Juru Bicara Kementrian Thailand - Kami harap semua pihak terkait menahan diri sepenuhnya, mematuhi hukum internasional.

JAKARTA - Pemerintahan negara- negara di Asia Tenggara (Asean), pada Rabu (3/8), mendesak Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) untuk menahan diri dari "tindakan-tindakan provokatif" yang dapat memperburuk ketegangan.

Mereka terus memantau situasi di sekitar Taiwan usai kunjungan kontroversial Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, ke Taiwan. Pejabat-pejabat Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand menegaskan kembali dukungan mereka terhadap Kebijakan Satu Tiongkok, yang mengakui Beijing sebagai satu-satunya pemerintah Tiongkok.

AS juga menganut kebijakan ini, tetapi mempertahankan hubungan tidak resmi yang erat dengan Taiwan, serta memiliki kewajiban untuk memberikan dukungan pertahanan. Washington hanya mengakui klaim kedaulatan Tiongkok atas Taiwan, namun tidak mendukungnya.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengeluarkan pernyataan yang menyatakan keprihatinan atas "meningkatnya persaingan di antara kekuatan-kekuatan besar," tanpa menyebut AS dan Tiongkok, walau meminta "semua pihak untuk menahan diri dari tindakan provokatif yang dapat memperburuk situasi".

"Dunia sangat membutuhkan kebijaksanaan dan tanggung jawab pemimpin dunia untuk memastikan perdamaian dan stabilitas tetap terjaga," demikian pernyataan Kemenlu yang tengah menghadapi ketegangan teritorial dengan Tiongkok di perairan Laut Natuna Utara yang berbatasan dengan Laut Tiongkok Selatan.

Merusak Perdamaian

Kementerian Luar Negeri Thailand juga mengeluarkan pernyataan yang serupa. "Kami tidak ingin melihat tindakan apa pun yang akan memperburuk ketegangan dan merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan ini," ujar juru bicara kementrian Thailand, Tanee Sangrat.

"Kami harap semua pihak terkait menahan diri sepenuhnya, mematuhi hukum internasional dan prinsip- prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial dan menyelesaikan perbedaan mereka melalui cara damai," ungkapnya.

Ketika jet militer yang membawa Pelosi mendarat di Taipei, pada Selasa malam, Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) mengumumkan mereka melakukan latihan tembakmenembak di enam lokasi di sekitar Taiwan, beberapa di antaranya tumpang tindih dengan wilayah perairan kedaulatan pulau itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Obligasi Bertenor 7 Tahun Agar Sehat

11 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Obligasi Bertenor 7 Tahun A...

Tangerang Gelar Pasar Murah Tiga Pekan

16 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Tangerang Gelar Pasar Murah...

Pemprov Terus Mempercepat Belanja

21 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pemprov Terus Mempercepat B...
Luar Negeri
Yen Jepang Sentuh Level Ter...
Nasional
RUU Kepulauan Harus Perkuat...
Luar Negeri
AS Akan Berlakukan Tarif Ba...

Transisi Energi Butuh Reformasi Subsidi

26 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Transisi Energi Butuh Refor...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.