Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Perang Dagang - Delegasi Bisa Jadi Sumber Kekacauan

Tiongkok Berharap Menlu Pompeo Tidak Dampingi Trump

Foto : AFP/ BRENDAN SMIALOWSKI

SALAMI XI JINPING - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersalaman dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping menjelang sesi foto bersama para pemimpin G20 di sela-sela KTT, di Osaka, Jepang, Jumat (28/6).

A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING - Pertemuan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di Osaka, Jepang, akhir pekan ini, dibayang-bayangi spekulasi tentang siapa yang akan mendampingi kedua pemimpin itu di meja perundingan. Keberadaan dan peran pendamping atau delegasi masing-masing kepala negara itu turut memberikan andil apakah pertemuan Xi-Trump yang membahas tentang perang dagang itu akan memberikan hasil atau tidak.

Sebelumnya, salah seorang sumber mengatakan kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan sementara untuk mulai mencari solusi dalam mengakhiri perang dagang, meskipun AS tetap berniat menetapkan tarif pada produk-produk Tiongkok senilai 300 miliar dollar AS. Kesepakatan kedua pemimpin Tiongkok dan AS untuk bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di Osaka, merupakan tanda yang jelas dari niat baik kedua negara untuk mengakhiri perang tarif.

Namun, hasil pembicaraan sebenarnya akan bergantung pada suasana di sekitar meja perundingan. Keberhasilan perundingan tidak hanya bergantung pada interaksi antara Xi dan Trump, tapi juga antara anggota masing-masing tim atau delegasi.

Ketika publik menunggu keterangan resmi soal siapa saja anggota delegasi yang akan ikut hadir, media pemerintah Tiongkok menyoroti salah satu sosok yang sering menjadi sumber kekacauan dalam setiap perundingan antara Tiongkok dan AS, yakni Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

Media Tiongkok menggambarkan Pompeo sebagai sumber segala kekacauan dalam urusan internasional, dan orang sinting yang tidak layak dihormati. "Jangan berbaik hati kepadanya hanya karena dia adalah menteri luar negeri AS. Dia telah menodai peran mulia diplomat. Perilakunya harus dihina dan ditegur oleh komunitas diplomatik global," tulis sebuah artikel media Tiongkok.

Serang Pompeo

Pada konferensi pers, Kamis, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, turut menyerang Pompeo. "Dia tidak tahu apa mantra jahat yang dia dia bawa," ujarnya, setelah Pompeo secara terbuka mengkritik program Tiongkok, Belt and Road Initiative. Selain Pompeo yang diramalkan akan meningkatkan ketegangan dalam pertemuan di Osaka itu, AS masih memiliki penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, dan penasihat keamanan nasional Gedung Putih, John Bolton, yang selama ini dikenal anti-Tiongkok.

Tetapi, dua pejabat yang hampir pasti akan berada di pihak Trump pada Sabtu adalah Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, yang selalu bersama-sama memimpin tim negosiasi AS sejak hari pertama.

Terlepas dari kemungkinan ada begitu banyak anti-Tiongkok, kepala ekonom dari JD Digital di Beijing, Shen Jianguang, mengatakan tidak ada yang dapat menghentikan kedua presiden menyetujui gencatan senjata perang dagang, seperti yang mereka lakukan di Argentina.

Pertemuan Osaka tidak akan membahas rincian kesepakatan, tapi hanya untuk mencoba kembali ke meja perundingan. "KTT Osaka, semua tentang mengembalikan negosiasi yang macet ke jalurnya," katanya.

SCMP/SB/P-4


Redaktur : Khairil Huda
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top