Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Tes Keperawanan…..Perlukah?

28 Jumat, 13 Agu 2021, 15:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tes Keperawanan…..Perlukah? Tes Keperawanan…..Perlukah? Doc: ISTIMEWA
Ket. tes keperawanan

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan perlu dilakukan pembahasan bersama apabila ada perubahan kebijakan terkait penghapusan tes keperawanan calon prajurit perempuan TNI.

"Jika ada perubahan kebijakan (penghapusan tes keperawanan) semestinya dibahas bersama dulu di lingkup Mabes TNI," kata Fahmi di Jakarta, Jumat.

Itu disampaikan Fahmi saat merespons pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa pada Kamis (12/8) yang menyatakan bahwa dalam rekrutmen calon prajurit perempuan TNI AD sudah tidak ada lagi tes keperawanan.

Fahmi menyebut peraturan mengenai tes keperawanan atau tes himen tertuang di salah satu poin dalam Keputusan Panglima TNI Nomor 920 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan dan Uji Kesehatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Oleh karena itu, dia mengatakan semestinya Kasad tidak membuat kebijakan yang parsial mengingat sampai saat ini Panglima TNI belum mengubah petunjuk teknis tersebut. "Belum diketahui juga apa kebijakan itu sudah disetujui atau tidak," ujarnya.

Fahmi menyarankan harus ada mekanisme yang konstruktif dengan matra lain di TNI apabila gagasan penghapusan tes tersebut benar-benar diterapkan dalam rekrutmen calon prajurit perempuan TNI.

Hal itu, lanjut dia, agar tidak ada kesan bergerak sendiri-sendiri terutama mengenai persoalan dan harapan berbagai kelompok masyarakat yang selama ini mendukung penghapusan tes keperawanan bagi calon prajurit perempuan.

Fahmi sepakat bahwa tes keperawanan itu dihapuskan dari persyaratan untuk lolos seleksi calon prajurit TNI karena status tersebut belum tentu relevan dengan kondisi kesehatannya. Terlebih, jika menganggap perempuan dapat dinilai dari aspek itu sementara laki-laki tidak demikian.

Akan tetapi, dia menyebut pemeriksaan kesehatan alat reproduksi tetap menjadi penting untuk dilakukan demi memastikan kesehatan dan perilaku calon prajurit. "Bukan status perawan atau tidaknya, akan tetapi status kesehatannya," kata Fahmi menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Jangan Cuma Banjiri Kredit,...
Ekonomi
Pascabencana, UMKM Dituntut...
Daerah
Porprov Jateng Memakan Korb...
Megapolitan
Pemkab Tangerang Terima Hib...

24 Arena Sudah Siap Digunakan untuk Forprov

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
24 Arena Sudah Siap Digunak...
Nasional
Kementan Perkuat Pencegahan...
Luar Negeri
30 Orang Tewas - Gerbong Ha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Satu Orang Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang Malang

Satu Orang Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang Malang

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.