Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Teknologi Organoid dan Kawat Nano untuk Perbaiki Kerusakan Jantung

📅 Jumat, 10 Nov 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Teknologi Organoid dan Kawat Nano untuk Perbaiki Kerusakan Jantung Doc: afp/ Lionel BONAVENTURE

Setelah serangan jantung umumnya terjadi kerusakan permanen akibat terhambatnya aliran darah. Pendekatan revolusioner organoid jantung dan kawat nano mampu memperbaiki jantung yang rusak dan meningkatkan fungsi jantung hingga 69 persen.

Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia. Serangan jantung merupakan salah satu manifestasi umum dari penyakit ini. Hal ini terjadi ketika suplai darah ke jantung terhambat, menyebabkan kekurangan oksigen dan nutrisi dan mengakibatkan kerusakan jaringan yang tidak dapat diperbaiki.

Meskipun stent dan obat-obatan efektif dalam membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat, namun tidak memperbaiki kerusakan jaringan jantung. Hal ini berisiko menyebabkan terjadinya komplikasi di masa depan.

Untuk mengatasi masalah tersebut para peneliti dari Medical University of South Carolina (MUSC) dan Clemson University (CU) telah memperkenalkan pendekatan inovatif terhadap perbaikan jantung dengan menggunakan organoid jantung dan kawat nano (nano wired cardiac and organoid) karena teknik ini secara signifikan mampu memulihkan fungsi jantung dalam model praklinis.

Organoid adalah versi miniatur dan sederhana dari sebuah organ yang diproduksi di laboratorium dan memiliki bentuk tiga dimensi dan anatomi yang mirip organ sungguhan. Organoid dibuat dari satu atau sejumlah sel dari suatu jaringan, dari sel punca embrionik atau dari sel induk pluripoten diinduksi (iPS), yang dapat dengan spontan membentuk susunan tiga dimensi karena kapasitas sel-sel tersebut membelah diri serta melakukan diferensiasi.

Organoid yang dikombinasikan dengan kawat nano sebagai penghantar listrik, merupakan inovasi yang diklaim berpotensi menawarkan alternatif yang efektif untuk memperbaiki jaringan jantung yang rusak. Hal ini pun menjadi alternatif bagi transplantasi jantung di masa depan.

Penelitian praklinis menunjukkan bahwa organoid jantung berkabel nano suatu hari nanti dapat memperbaiki jantung, bukan hanya mencegah kerusakan lebih lanjut. Saat ini tim bioengineer dan ilmuwan klinis di MUSC dan CU berada di titik puncak pendekatan revolusioner. Hasil ini diharapkan dapat mengubah lanskap perawatan jantung dengan memperbaiki jaringan jantung yang rusak.

Laporan penelitian tim praklinis tersebut dikemukakan pada jurnal Science Advances. Dalam penelitian yang dipimpin oleh Ying Mei, PhD, yang memiliki penunjukan bersama di CU dan MUSC dan merupakan bagian dari program CU-MUSC di bidang bioteknologi. Sementara Ryan Barrs, kandidat doktor dalam program gabungan tersebut, adalah salah satu penulis utama artikel tersebut.

"Kerusakan akibat serangan jantung biasanya dianggap permanen dan memerlukan transplantasi jantung yang jumlahnya terbatas," kata Barrs dalam artikel tersebut. "Di sini, kami mengembangkan 'jantung mini' penghantar listrik yang dapat disuntikkan ke otot jantung yang cedera untuk memulihkan fungsi pemompaannya," imbuh dia.

Atasi Kelemahan

Banyak peneliti telah mencoba memecahkan teka-teki tentang bagaimana membantu jantung memperbaiki dirinya sendiri. Salah satu strategi yang dinilai menjanjikan adalah dengan mengisi kembali sel-sel jantung yang mati dan mendorong perbaikan melalui sel induk individual yang dapat dibedakan menjadi jaringan jantung yang mempromosikan perbaikan. Sayangnya selama ini pendekatan ini selalu gagal.

"Untuk memahami alasannya kegagalannya, bayangkan lingkungan yang kacau di dalam jantung setelah serangan merupakan sebuah lanskap yang penuh dengan jaringan yang meradang dan pemompaan tanpa henti yang tidak menghasilkan sel-sel baru. Menambahkan sel induk individual sama dengan menanam pohon muda yang rapuh di tengah badai. Kemungkinannya untuk berakar sangat kecil," kata Mei memberi ilustrasi.

"Jantung sering kali menekan sel induk ke dalam pembuluh darah, sehingga menimbulkan potensi efek samping dan inefisiensi," papar Mei. "Selain itu, sel tunggal menghadapi lingkungan yang tidak bersahabat di jantung, terutama setelah serangan jantung, sehingga mengurangi kelangsungan hidup dan efektivitasnya," imbuh dia seperti dikutip dari Scitech Daily.

Mei dan tim interdisiplinernya menghasilkan strategi baru dengan teknologi organoid dan kawat nano tersebut. Tujuannya adalah mengatasi kelemahan pendekatan masa lalu yang selalu gagal. Mereka telah mengembangkan struktur seluler yang lebih tangguh untuk mengelilingi sel jantung yang berasal dari sel induk yang disebut organoid jantung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.