Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Tekan Emisi Karbon, Malaysia Perlu Tambah Investasi Transisi Energi

Foto : Istimewa

Ilustrasi

A   A   A   Pengaturan Font

IRENA mengatakan bahwa Malaysia perlu meningkatkan total investasinya menjadi antara $375 milyar dan $415 milyar, dari $159 milyar saat ini, untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan, infrastruktur dan efisiensi energi. Hal ini mencakup energi surya, angin, tenaga air dan teknologi hidrogen hijau, dan dapat mengurangi emisi yang berhubungan dengan energi hingga 60 persen.

Hal tersebut juga dinilai mampu membantu Malaysia menghemat antara $9 miliar hingga $13 miliar per tahun dalam bentuk penghindaran biaya energi, iklim dan kesehatan kumulatif, serta penghapusan subsidi bahan bakar fosil, demikian ungkap IRENA. Investasi tersebut juga harus berasal dari investasi swasta dan dari luar negeri, termasuk lembaga keuangan multilateral, bilateral dan regional.

"Tidak diragukan lagi bahwa hal ini tidak dapat dilakukan tanpa kolaborasi yang intens," kata La Camera, dikutip dari Reuters, Minggu (12/3).

Sebagai informasi, energi baru dan terbarukan (EBT) atau energi hijau adalah energi yang dihasilkan dari sumber daya alam yang dapat diperbarui, seperti sinar matahari, angin, air, dan geothermal. Sumber daya ini secara alami tersedia di lingkungan kita dan tidak terbatas jumlahnya, sehingga energi terbarukan dapat dihasilkan secara berkelanjutan dan dapat diperbarui dalam jangka waktu yang lama.

Energi terbarukan memiliki berbagai keuntungan dan manfaat positif, seperti ramah untuk lingkungan, berkelanjutan atau bisa diperbarui secara terus menerus, menyediakan energi yang stabil, menurunkan ketergantungan pada sumber daya fosil, menyediakan kesempatan kerja baru, menstimulasi inovasi teknologi, dan membantu mengatasi perubahan iklim.
Halaman Selanjutnya....


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Rivaldi Dani Rahmadi

Komentar

Komentar
()

Top