Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Ketahanan Pangan I Momentum Strategis Kembangkan Sektor Pertanian Lokal

Sulteng Menjadi Penyangga Pangan IKN

Foto : ISTIMEWA

MA’RUF AMIN Wakil Presiden RI - Hadirnya Kawasan Pangan Nusantara harus mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah.

A   A   A   Pengaturan Font

PALU - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meresmikan Kawasan Pangan Nusantara (KPN) yang berlokasi di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, yang diharapkan menjadi penopang sektor ketahanan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kawasan Pangan Nusantara yang berada di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, saya resmikan," kata Ma'ruf Amin saat meresmikan Kawasan Pangan Nusantara di Kabupaten Donggala, Sulteng, Rabu (4/10).

Menurut Wapres, pembangunan IKN akan mendorong konsentrasi penambahan jumlah penduduk yang cukup tinggi sehingga perlu untuk dipenuhi kebutuhan pangannya.

"Oleh karena itu, saya menyambut baik penetapan Sulawesi Tengah sebagai Kawasan Pangan Nusantara," kata Wapres.

Menurut Ma'ruf, sektor pertanian Provinsi Sulteng dapat kembali bangkit pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi pada tahun 2018 berkat dukungan dari kinerja pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat.

"Capaian indeks ketahanan dan kerawanan pangan Sulteng berhasil meraih skor 5 atau kategori tahan," kata dia.

Dia berharap KPN yang memiliki luas sekitar 1.124 hektare yang merupakan sebuah kawasan terpadu diharapkan dapat menjadi penyangga IKN pada ketahanan sektor pangan.

Selain itu, KPN juga diharapkan dapat memberikan dukungan kepada bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan dengan tetap menjaga kebutuhan Provinsi Sulawesi Tengah.

"Hadirnya Kawasan Pangan Nusantara harus mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah melalui penguatan sentra produksi pangan, kapasitas dan kapabilitas sektor pangan, mendekatkan akses modal, serta meningkatkan daya saing produk lokal dan kelembagaan," kata Ma'ruf.

Dalam mendukung Kawasan Pangan Nusantara, Wapres meminta agar seluruhnya pihak dapat meningkatkan kerja sama dan sinergisitas dalam menyuplai pangan IKN.

Namun, dia meminta untuk tetap memperhatikan kaidah-kaidah hukum dan lingkungan serta kesesuaian tata ruang wilayah provinsi dan kabupaten/kota.

"Namun, perlu menjadi perhatian masalah sektor produksi padi di mana penurunan luas panen menyebabkan produktivitas padi ikut turun. Hal ini harus segera diatasi," kata Wapres.

Penyangga IKN

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, mengatakan peresmian Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Kabupaten Donggala merupakan momentum strategis untuk mengembangkan potensi sektor pertanian di wilayah itu.

"Peresmian Kawasan Pangan Nusantara di Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, ini merupakan momentum strategis untuk pengembangan potensi sektor pertanian yang sebagai ciri masyarakat Sulteng," kata Rusdy Mastura saat menyampaikan laporan terkait Kawasan Pangan Nusantara di Kabupaten Donggala, Sulteng, Rabu.

Ia menyampaikan bahwa proses penyiapan lahan KPN di Provinsi Sulteng telah dimulai sejak tahun 2022 dengan luas kawasan sekitar 1.123 hektare, serta luas lahan yang efektif ditanami seluas 880 hektare.

Menurut Gubernur, KPN diproyeksikan dapat memberikan nilai tambah bagi Sulawesi Tengah yang berkedudukan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.

Oleh karena itu, Rusdy berharap keberadaan KPN dapat mendapatkan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat Sulteng.

"Dalam rangka mendukung sarana konektivitas pada KPN ini, kami juga mengusulkan kepada pemerintah pusat beberapa dukungan infrastruktur seperti rencana pembangunan Jalan Bypass Tambu-Kasimbar serta Pembangunan Pelabuhan Tambu, dan Kasimbar," kata Gubernur.


Redaktur : andes
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top