Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Setelah 50 Tahun, AS Akan Kembali ke Bulan pada 25 Januari

📅 Jumat, 01 Des 2023, 10:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setelah 50 Tahun, AS Akan Kembali ke Bulan pada 25 Januari Doc: AFP/Getty Images Amerika Utara/Red Huber
Ket. Sistem Peluncuran Luar Angkasa Artemis 1 NASA diluncurkan di Kennedy Space Center NASA pada November 2022 di Cape Canaveral, Florida.

WASHINGTON - Setelah misi Apollo terakhir 50 tahun lalu, Amerika Serikat akan kembali mencoba mendaratkan pesawat ruang angkasa di Bulan pada 25 Januari, kata pimpinan perusahaan swasta pertama yang berhasil mendarat di permukaan bulan.

Pendarat yang diberi nama Peregrine tidak akan membawa siapa pun di dalamnya. Pesawat ini dikembangkan oleh perusahaan Amerika Astrobotic Technology. CEO-nya John Thornton mengatakan, pesawat tersebut akan membawa instrumen NASA untuk mempelajari lingkungan Bulan sebagai antisipasi misi berawak Artemis NASA.

Beberapa tahun lalu, NASA memilih untuk menugaskan perusahaan-perusahaan AS mengirimkan eksperimen dan teknologi ilmiah ke Bulan, sebuah program yang disebut CLPS.

Kontrak ini akan memungkinkan pengembangan ekonomi Bulan dan menyediakan layanan transportasi dengan biaya lebih rendah.

"Salah satu tantangan besar adalah mencoba meluncurkan dan mendarat di permukaan Bulan dengan biaya yang lebih murah," kata Thornton pada Rabu (30/11) pada konferensi pers di Pittsburg.

"Hanya sekitar setengah dari misi ke permukaan Bulan yang berhasil," ujarnya.

"Jadi ini tentu tantangan yang menakutkan. Saya akan merasa takut sekaligus senang di setiap tahapan ini."

Lepas landas dijadwalkan pada 24 Desember dari Florida dengan menaiki penerbangan perdana roket baru dari grup industri ULA, bernama Vulcan Centaur.

Wahana tersebut kemudian akan memakan waktu "beberapa hari" untuk mencapai orbit Bulan, namun harus menunggu hingga 25 Januari sebelum mencoba mendarat, sehingga kondisi cahaya di lokasi target tepat, kata Thornton.

Penurunan akan dilakukan secara mandiri tanpa campur tangan manusia, namun akan dipantau dari pusat kendali perusahaan.

Pada musim semi, perusahaan rintisan ispace Jepang telah berusaha menjadi perusahaan swasta pertama yang mendarat di Bulan, tetapi misi tersebut gagal. Israel juga mengalami kemunduran pada 2019. Hanya empat negara yang berhasil mendarat di Bulan: Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, dan yang terbaru, India.

Selain Teknologi Astrobotic, NASA telah menandatangani kontrak dengan perusahaan lain, seperti Firefly Aerospace, Draper, dan Intuitive Machines.

Yang terakhir ini akan lepas landas dengan roket SpaceX pada bulan Januari.

"Pimpinan NASA menyadari risikonya dan telah menerima bahwa mungkin beberapa misi ini tidak berhasil," kata Chris Culbert, manajer program CLPS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.