Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seruan untuk Aksi Protes Warnai Hari Terakhir Pilpres Rusia

📅 Minggu, 17 Mar 2024, 10:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seruan untuk Aksi Protes Warnai Hari Terakhir Pilpres Rusia Doc: AFP/STRINGER
Ket. Presiden Russia Vladimir Putin telah berkuasa sejak 1999 dan akan memperluas kekuasaannya setidaknya hingga tahun 2030.

MOSKOW - Kritikus Kremlin menyerukan protes besar-besaran di tempat pemungutan suara (TPS) pada hari terakhir pemilihan presiden Russia, Minggu (17/3). Pemilu tersebut diyakini akan memperkuat pemerintahan Vladimir Putin.

Pemungutan suara yang berlangsung selama tiga hari dirusak oleh meningkatnya pengeboman Ukraina yang fatal dan serangkaian serangan ke wilayah Russia oleh kelompok sabotase pro-Ukraina.

Aksi protes juga terjadi pada hari-hari pertama pemungutan suara, serentetan penangkapan warga Russia yang dituduh menuangkan pewarna ke dalam kotak suara atau melakukan pembakaran.

Sebelum kematiannya di penjara Arktik bulan lalu, pemimpin oposisi Alexei Navalny, yang menggalang demonstrasi massal anti-Putin, mendesak warga Russia untuk melakukan protes pada hari Minggu.

Istrinya, Yulia Navalnaya, mengulangi seruannya menjelang pemilu dan mengatakan para pengunjuk rasa harus hadir dalam jumlah besar pada saat yang sama untuk membanjiri TPS.

Dia menyerukan para pengunjuk rasa untuk merusak surat suara dengan menulis "Navalny" pada surat tersebut, atau memilih kandidat selain Putin.

Setiap perbedaan pendapat publik diRussia dihukum berat sejak dimulainya serangan Moskow di Ukraina pada 24 Februari 2022 dan terdapat peringatan berulang kali dari pihak berwenang terhadap protes pemilu.

Seorang warga Moskow berusia dua puluhan mengatakan kepada AFP, dia akan ambil bagian dalam aksi protes pada pukul 12.00 siang (09.00 GMT) di ibu kota, "hanya untuk melihat wajah-wajah muda yang mendukung di sekitar… merasakan dukungan di sekitar saya, dan melihat cahaya di dalam diri saya di terowongan gelap ini."

Pria yang menolak menyebutkan namanya karena alasan keamanan itu mengatakan berharap demonstrasi tersebut akan menunjukkan kepada pihak berwenang "bahwa ada orang-orang di negara ini yang menentang konflik... melawan rezim."

Periode Sulit

Putin yang berusia 71 tahun, mantan agen KGB, telah berkuasa sejak hari terakhir tahun 1999 dan akan memperluas kekuasaannya setidaknya hingga tahun 2030.

Jika dia menyelesaikan masa jabatan Kremlin lagi, dia akan berkuasa lebih lama dibandingkan pemimpin Russia mana pun sejak Catherine yang Agung pada abad ke-18.

Putin mencalonkan diri tanpa lawan yang nyata, setelah melarang dua kandidat yang menentang konflik di Ukraina.

Kremlin telah menjadikan pemilu ini sebagai kesempatan bagi warga Russia untuk menunjukkan bahwa mereka berada di balik serangan terhadap Ukraina, di mana pemungutan suara juga dilakukan di wilayah yang dikuasai Rusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.