Sering Terlupakan, Hewan Juga Harus Diselamatkan Saat Terjadi Bencana, Ini Langkahnya
📅 Senin, 13 Mar 2023, 14:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: antara
Mohammad Ikhsan Shiddieqy, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Manusia memiliki insting untuk menjauh dari bahaya. Kita biasanya langsung keluar dari rumah ketika terjadi gempa atau mencari tempat tinggi saat muncul peringatan tsunami. Kepanikan merupakan hal yang umum pada saat terjadi bencana.
Kepanikan ini juga terjadi pada hewan. Banyak hewan - terutama hewan ternak - tidak bisa mengikuti insting mereka untuk menyelamatkan diri karena kerap terkunci di kandang.
Sayangnya, nasib hewan tak terlalu diperhatikan dalam sistem penanggulangan bencana nasional yang diatur dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2007. Sistem ini dibuat untuk melindungi kepentingan manusia sebagai korban bencana. Pada Pasal 48 disebutkan, salah satu penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat adalah penyelamatan dan evakuasi masyarakat.
Akibatnya, pada saat gempa di Cianjur, Jawa Barat, akhir November 2022, ribuan sapi potong terkena dampak. Banjir di Pati, Jawa Tengah, awal Desember 2022 juga menyebabkan banyak ternak mati. Hal serupa juga terjadi di Banggai, Sulawesi Tengah, awal Maret 2022, yang membuat 178 ternak mati diterjang banjir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Banjir bandang juga menewaskan banyak ternak di Jembrana, Bali dan Batu, Jawa Timur. Beberapa lokasi sentra ternak di Indonesia memiliki risiko terkena dampak letusan gunung, seperti sentra ternak di kawasan DI Yogyakarta berisiko mendapat dampak dari erupsi Gunung Merapi.
Perhatian yang tak memadai pada keselamatan hewan saat bencana akan merugikan masyarakat, terutama peternak kecil yang tergolong kelompok rentan. Misalnya, kematian atau kekurangan pakan yang dialami ternak akan mengganggu pasokan dan menaikkan harga bahan pangan asal ternak.
Penyelamatan dan evakuasi ternak tidak hanya menyelamatkan nyawa hewan, tetapi juga menyelamatkan ekonomi peternak. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus mengetahui langkah penyelamatan hewan yang tepat kala bencana melanda.
Sebaiknya Anda baca juga:
1) Evakuasi
Langkah pertama adalah evakuasi ternak dengan risiko kematian tertinggi, khususnya ternak besar seperti sapi dan kerbau yang paling dekat dengan pusat bencana. Peran manusia sangat penting dalam proses evakuasi ini karena sebagian besar peternak memelihara ternaknya di kandang. Akibatnya, ternak tidak bisa menyelamatkan diri dan tidak mengetahui rute menuju lokasi aman.
Peraturan Pemerintah No. 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan menyebutkan, evakuasi dilakukan pada hewan sehat ataupun hewan sakit yang masih berpeluang sembuh.
Pertimbangan penting lainnya adalah alat transportasi dan rute evakuasi. Ternak besar membutuhkan kendaraan khusus untuk menjauhkan mereka dari bencana. Perencanaan rute evakuasi ternak juga penting karena jaringan jalan sebagian besar terganggu ketika dan setelah bencana. Rute perjalanan harus aman dan tidak mengganggu evakuasi manusia.
2) Penampungan
Setelah proses evakuasi selesai, tempatkan ternak di tempat penampungan atau tempat evakuasi yang aman. Tempat penampungan harus jauh dari pusat bencana dan bebas dari potensi gempa susulan, abu panas, banjir atau bencana alam lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!