Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Konflik di Myanmar

Serangan Bom Guncang Kota Perbatasan

Foto : istimewa

Serangan Bom | Suasana di gerbang kompleks pemerintah di kota perbatasan Myawady di Myanmar yang jadi sasaran serangan bom beberapa waktu lalu. Serangan bom yang terjadi pada Minggu (3/9) malam itu menewaskan 5 orang dan 11 orang lainnya.

A   A   A   Pengaturan Font

YANGON - Serangan bom terhadap kompleks pemerintah di Myawady, sebuah kota perbatasan di Myanmar, dilaporkan telah menewaskan lima pejabat pemerintah dan keamanan serta melukai 11 polisi. Informasi itu disampaikan oleh narasumber militer pada Senin (4/9).

Kota di perbatasan Myanmar dengan Thailand ini telah menyaksikan bentrokan sporadis antara militer dan pejuang antijunta sejak kudeta pada tahun 2021 yang menjerumuskan negara itu ke dalam kekacauan.

"Pada Minggu (3/9) tengah malam, terjadi dua bom dijatuhkan ke dalam kompleks yang berisi kantor polisi distrik dan kantor administrasi umum," kata narasumber militer. "Ketika para pejabat mengambil langkah-langkah keamanan setelah ledakan tersebut, dua bom lainnya dijatuhkan lagi hingga menewaskan lima orang dan melukai 11 orang," imbuh narasumber itu yang meminta agar jati dirinya dirahasiakan karena tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

Narasumber itu menambahkan bahwa para korban tewas antara lain seorang perwira militer, dua petugas polisi, dan dua pejabat dari departemen administrasi. "Sebelas petugas polisi junior dan senior juga terluka, dengan lima diantara mereka dalam kondisi kritis," ucap narasumber itu.

Sementara narasumber kepolisian setempat yang juga meminta namanya dirahasiakan, membenarkan insiden itu dan jumlah korban jiwa. Hingga berita ini ditulis pada Senin malam, narasumber itu belum menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Tuding Pemberontak

Terkait serangan bom itu, pemerintah junta mengatakan bahwa beberapa anggota keamanan dan staf pemerintah terluka dalam serangan itu, tanpa merinci jumlah korbannya. Mereka menyalahkan Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) antikudeta dan Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA), sebuah kelompok pemberontak etnis mapan yang telah melawan militer selama beberapa dekade, bertanggung jawab atas serangan bom itu.

Pemberontak antijunta yang berjuang untuk membatalkan kudeta yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi, diketahui telah menggunakandronekomersial untuk pengintaian dan juga sebagai alat untuk menjatuhkan bom.

Seorang warga Myawady, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan kepada kantor beritaAFPbahwa dua ledakan terdengar di kota itu, yang berbatasan dengan provinsi Tak di Thailand, pada Minggu malam.

Sejak terjadi kudeta, kelompok KNLA dan PDF telah bentrok secara sporadis dengan militer di Kota Myawady dan sekitarnya di Negara Bagian Karen, hingga menyebabkan puluhan ribu orang melarikan diri ke Thailand. AFP/I-1


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : AFP

Komentar

Komentar
()

Top