Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Saham AS Jatuh karena Investor Cemas Jelang Laporan Data Inflasi Utama

Foto : Antara/REUTERS/Brendan McDermid

Para pialang memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat.

A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK - Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan Kamis (9/6) ATAU Jumat pagi WIB karena kecemasan investor meningkat menjelang laporan data inflasi utama yang diperkirakan akan menunjukkan harga-harga konsumen tetap tinggi pada Mei, dengan saham pertumbuhan memimpin pasar secara luas lebih rendah.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 638,11 poin atau 1,94 persen, menjadi menetap di 32.272,79 poin. Indeks S&P 500 merosot 97,95 poin atau 2,38 persen, menjadi berakhir di 4.017,82 poin. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 332,05 poin atau 2,75 persen, menjadi ditutup di 11.754,23 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor layanan komunikasi dan teknologi masing-masing tergelincir 2,75 persen dan 2,72 persen, memimpin kerugian.

Ketiga indeks utama mencatat persentase penurunan harian terbesar sejak pertengahan Mei. Indeks S&P 500 turun terpuruk 15,7 persen sejauh tahun ini dan IndeksNasdaq terperosok sekitar 25 persen.

Aksi jual meningkat menjelang akhir sesi. Saham-saham pertumbuhan berkapitalisasi besar memimpin penurunan, dengan Apple Inc dan Amazon.com Inc masing-masing merosot 3,6 persen dan 4,2 persen, dan memberikan tekanan paling besar pada indeks S&P 500 dan Nasdaq.

Menambah kegelisahan, imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun AS naik sebanyak 3,073 persen, level tertinggi sejak 11 Mei.

Kenaikan tajam harga minyak baru-baru ini juga membebani sentimen sebelum laporan indeks harga konsumen AS padaJumat waktu setempat.

"Kami sedang bersiap-siap untuk berita tentang inflasi besok," kata Presiden Chase Investment Counsel,Peter Tuz, di Charlottesville, Virginia.

"Saya melihatnya akan beragam. Jika totalnya tinggi dan angka inti menunjukkan semacam penurunan, saya benar-benar berpikir pasar dapat menguat karena itu akan menunjukkan bahwa segala sesuatunya sedikit berguling."

Data diperkirakan menunjukkan bahwa harga-harga konsumen naik 0,7 persen pada Mei, sedangkan Indeks Harga Konsumen (IHK) inti, yang tidak termasuk sektor makanan dan energi yang bergejolak, naik 0,5 persen di bulan tersebut.

Pembacaan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga lebih agresif dari yang diperkirakan sebelumnya.

Bank sentral telah menaikkan suku bunga jangka pendeknya sebesar tiga perempat poin persentase tahun ini dan bermaksud untuk mempertahankannya dengan kenaikan 50 basis poin pada pertemuannya minggu depan dan lagi pada Juli.

Saham Alibaba Group merosot 8,1 persen setelah afiliasinya Ant Group mengatakan tidak memiliki rencana untuk memulai penawaran umum perdana.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,50 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,07 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.


Redaktur : Lili Lestari
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top