Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Saat Simpatisan KKB Serahkan Senjatanya Secara Sukarela Kepada Jenderal Bintang Satu Kopassus

Foto : Istimewa

Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan dan Dandim 1709/Yapen Waropen (Tawa) Letkol Inf Leon Pangaribuan, menerima langsung senjata yang diserahkan simpatisan KKB.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Ini cerita saat simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua secara sukarela menyerahkan senjatanya kepada jenderal bintang satu Kopassus. Penyerahan senjata dari simpatisan KKB itu sendiri dilakukan diAula Kodim 1709/Yawa.

"Dalam kesempatan itu Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan, dan Dandim 1709/Yapen Waropen (Tawa) Letkol Inf Leon Pangaribuan, menerima langsung senjata yang diserahkan simpatisan KKB,"kata Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih dalam keterangannya yang diterima Koran Jakarta, Rabu (20/10).

Jenderal bintang satu Kopassus yang dimaksud adalah Brigjen TNI Iwan Setiawan yang saat ini tengah dipercaya jadi Danrem 173/PVB. Ada pun senjata yang diserahkan berupaenam pucuk senjata rakitan beserta munisinya.

"Senjata-senjata ini merupakanpemberian dari simpatisan Kelompok Separatis Teroris (KST) yang ada di wilayah Distrik Angkaisera dan Distrik Yapen Utara Kabupaten Kepulauan Yapen," kata Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih.

Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Iwan Setiawan mengungkapkan ada dua simpatisan yang menyerahkan enam pucuk senjata api rakitan yang terdiri dari empat pucuk laras panjang, dua pucuk laras pendek (pistol), 97 butir amunisi, satu buah HT, empat lembar bendera bintang kejora dan beberapa dokumen KST. Mereka tergerak setelah melihat keseriusan Pemerintah Indonesia karena telah membangun Papua dan ditambah terlaksananya PON yang sangat megah yang dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Sebenarnya mereka sudah begitu lama menyimpan senjata beserta amunisi ini, sebab mereka beranggapan Papua akan merdeka. Namun setelah melihat pembangunan dan penyelenggaraan PON di Papua, mereka yakin inilah yang benar bahwa Papua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bingkai NKRI," kata Brigjen Iwan Setiawan.

Brigjen Iwan Setiawan menambahkan, penyerahan diri kedua simpatisan ini juga merupakan buah dari komunikasi sosial yang tepat sesuai dengan arahan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono.

"Pangdam selalu menekankan agar semua personel satuan jajaran Kodam XVII Cenderawasih dapat melaksanakan komunikasi sosial dengan pendekatan kearifan lokal kepada masyarakat Papua," kata Brigjen Iwan.

Danrem meminta kepada Pimpinan TPN/OPM Wilayah Saireri Fernando Worabai bersama para pengikutnya yang masih berseberangan dengan NKRI untuk segera kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

"Kami imbau kepada saudara kami Fernando Worabai untuk kembali ke pangkuan NKRI dan mari bersama-sama kita ciptakan suasana kamtibmas yang kondusif demi masa depan generasi muda dan juga percepatan pembangunan yang saat ini sedang berjalan di wilayah ini, sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat Yapen dapat terlaksana," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Letkol Inf Usep Setiyawan Kasiter Korem 173/PVB, Marcelo Bellah. Kajari Serui, AKBP Naharuddin, dan unsur TNI-Polri di wilayah Yapen Waropen.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Agus Supriyatna

Komentar

Komentar
()

Top