Riset: Bagaimana Elon Musk Memanfaatkan Algoritma X untuk Kampanye Pemenangan Donald Trump di Pilpres AS
📅 Kamis, 07 Nov 2024, 11:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP/Evan Vucci
Timothy Graham, Queensland University of Technology dan Mark Andrejevic, Monash University
Pada 13 Juli, tak lama setelah Donald Trump menjadi target percobaan pembunuhan, Elon Musk, pemilik X (sebelumnya Twitter) yang juga seorang miliarder, mengunggah cuitan kepada lebih dari 200 juta pengikutnya:
Saya sepenuhnya mendukung Presiden Trump dan berharap dia segera pulih.
Selain pernyataan ini, Musk juga berupaya memengaruhi hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) melalui berbagai cara. Dalam tiga bulan terakhir, misalnya, Musk telah menyumbang lebih dari US$100 juta (setara Rp1,57 triliun) kepada sebuah komite aksi politik bernama America PAC yang mendukung Trump.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, penelitian baru kami (saat ini tersedia dalam bentuk pracetak) mengindikasikan bahwa Musk mungkin juga menggunakan pengaruhnya dengan cara yang lebih halus melalui platform X miliknya. Namun, semakin tertutupnya platform ini bagi para peneliti membuat hal ini sulit dipastikan.
Tak lama setelah Musk menyatakan dukungannya terhadap kampanye Trump, terjadi anomali lonjakan dalam jumlah engagement pada akun X-nya. Tiba-tiba, unggahan Musk mendapatkan jumlah tayangan, retweet, dan like yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan akun-akun politik terkemuka lainnya di platform tersebut.
Hal ini menimbulkan kecurigaan apakah Musk telah mengubah algoritma platform X untuk meningkatkan jangkauan unggahannya menjelang pemilihan Presiden AS. Situasi ini sekaligus menunjukkan masalah regulasi platform media sosial seperti X di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bukan yang pertama kali
Musk memiliki rekam jejak dalam mengubah algoritma X agar kontennya bisa menjangkau lebih banyak orang.
Tahun lalu, dia dilaporkan mengerahkan tim yang terdiri dari sekitar 80 insinyur untuk meningkatkan jangkauan unggahannya secara algoritmik. Hal ini terjadi setelah cuitannya yang mendukung Philadelphia Eagles selama Super Bowl dikalahkan oleh cuitan serupa dari Presiden AS Joe Biden.
Super Bowl adalah pertandingan kejuaraan sepak bola yang diadakan setiap tahun oleh National Football League (NFL) di AS. Philadelphia Eagles adalah tim sepak bola berbasis di Philadelphia yang ikut bermain di liga tersebut.
Musk mengonfirmasi kejadian ini secara tidak langsung dengan mengunggah sebuah gambar yang menunjukkan seorang perempuan yang diberi label “tweet Elon” secara paksa memberi susu botol kepada perempuan lain yang diberi label “Twitter”.
Untuk mengetahui apakah Musk melakukan hal yang sama menjelang pemilu AS, kami membandingkan metrik interaksi Musk–seperti jumlah tayangan, retweet, dan like–dengan beberapa akun tokoh politik ternama lainnya di platform media sosial ini. Data mencakup periode dari 1 Januari 2024 hingga 25 Oktober 2024.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!