Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Cermati Situasi di Niger Usai Percobaan Kudeta

📅 Sabtu, 29 Jul 2023, 00:00 WIB | Oleh:
RI Cermati Situasi di Niger Usai Percobaan Kudeta Doc: ANTARA/HO-KEMLU
Ket. Juru Bicara Kemlu, Teuku Faizasyah

JAKARTA - Pemerintah Indonesia memperhatikan perkembangan situasi di Niger, setelah tentara mengumumkan percobaan kudeta terhadap Presiden Mohamed Bazoum.

"Kami mencermati perkembangan ini dan saat ini masih dalam proses mengumpulkan informasi lebih jauh lagi terkait situasi di Niger," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Teuku Faizasyah, Jumat (28/7).

Seperti dikutip dari Antara, Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan Niger sejak 2011. Pada 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kenegaraan pertama Presiden Niger saat itu, Mahamadou Issoufou.

Menurut Jokowi, Indonesia dan Niger memiliki sedikitnya tiga ikatan kuat yaitu persaudaraan Islam, demokrasi dan kebebasan beragama, serta sebagai sesama negara berkembasng.

Kemudian pada 2018, BUMN Indonesia PT Wijaya Karya dilaporkan telah menandatangani kontrak pembangunan proyek renovasi Istana Kepresidenan Niger. Proyek senilai 370 miliar rupiah itu merupakan kerja sama pertama kedua negara di bidang infrastruktur.

Bazoum, yang adalah penerus Issoufou, ditahan di kediamannya sejak Rabu pagi (26/7) oleh unsur pengawal presiden. Pada malam harinya, beberapa tentara muncul di televisi nasional untuk mengumumkan penggulingan Bazoum.

Pernyataan Kudeta

Menyebut diri mereka Dewan Nasional untuk Perlindungan Negara, mereka membacakan pernyataan kudeta dalam sebuah video dan disiarkan di televisi negara ORTN.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kolonel Mayor Amadou Abdramane, Bazoum telah digulingkan dan konstitusi ditangguhkan karena situasi keamanan negara yang memburuk dan krisis sosial ekonomi.

Jam malam akan diberlakukan pada pukul 10 malam hingga 5 pagi waktu setempat, dan semua perbatasan telah ditutup.

Sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat, Prancis, Rusia, Uni Afrika, Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS), Uni Eropa, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengecam tindakan militer Niger.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga menuntut pembebasan segera Presiden Bazoum (63), yang dipilih secara demokratis pada April 2021.

Kepala Angkatan Bersenjata Niger, Jenderal Abdou Sidikou Issa, mendukung tindakan para pemberontak untuk menghindari konfrontasi mematikan antara berbagai kekuatan, yang dapat mengakibatkan pertumpahan darah dan membahayakan keamanan penduduk.

"Komando Militer Angkatan Bersenjata Niger telah memutuskan untuk menyetujui deklarasi Pasukan Pertahanan dan Keamanan untuk menghindari konfrontasi mematikan antara berbagai pasukan," kata sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh Issa, pada Kamis (27/7).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.