Reuni 65 Tahun SMAN 8 Jakarta Tampilkan Aneka Seni Tradisional dan Modern
📅 Senin, 21 Agu 2023, 22:55 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Istimewa
JAKARTA - Seni tradisional dan modern berpadu menghibur lebih tiga ribu alumni SMAN 8 Jakarta lulusan tahun 1960-an hingga tahun 2000-an dalam acara reuni besar 65 tahun sekolah yang lebih dikenal dengan sebutan Smandel itu, di Ecovension, Jakarta Utara, Minggu (20/8).
Acara bertajuk Kenang 8: Ingatanku selalu di Delapanini antara lain menampilkan tarian Gatot Kaca yang dibawakan secara tunggal oleh Djoko Histi Maryono, lulusan 1982. Kisah Satria Muda putra Bima penegak Pandawa dari Kerajaan Pringgodani itu dibawakan dengan sangat apik. Meski sudah berumur 60 tahun lebih, Djoko yang memang seorang penariini terlihat masih sangat gagah bak satria.
Menurut siaran persnya, penampilan senitradisi daerah berikutnya dibawakan kelompok tari tradisional Smandel, "Tari Greger Jawa"yang merupakan tarian khas Betawi diambil dari dua suku kata "Greget" yang berarti keinginan kuat yang mendalam dan "Jawara" yang diartikan pejuang atau pemenang.
Masih Kelompok Seni Trasional Smandel, seorang siswa membawakan tarian tunggal berjudul Si Kembang Jali dengan apik dan energik, diiringi musik khas bernuansa Betawi. Hadirin baik guru, alumni, dan karyawan yang hadir memberi applause untuk tarian tersebut.
Kemudian Angkatan 1982 kembali unjuk gigi dengan penampilan tarian Maumere yang berasal dari daerah Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diiringi lagu daerah dengan judul Gemu Fa Mire. Enam penari wanita dengan pakaian khas daerah Maumere secara spontan membuat hampir seluruh hadirin berdiri ikut menari dan menyanyikan lagu pengiring Maumere.
Sebaiknya Anda baca juga:
Usai penampilan tari tradisional, yang sebelumnya didahulu berbegai sambutan, dilanjutkan dengan penampilan seni modern. Ada vocal group Angakatan 1979 yang menyanyikan lagu Farid Hardja, Ini Rindu dengan riang dan mengudang hadirin ikut ikut bernyanyi bersama. Juga diikuti penampilan vocal group Angkatan 1981 yang tak kalah apiknya membawakan lagu Cerita Cinta yang dibawakan Kahitna dan ngehits di tahun 1980-an.
Generasi muda Smandel yang yang aktif di Seksi Kesenian dan pada 20 Juni 2023 lalu menggelarCollaboreight berupa drama musical "Kalesang Larat" di Gedung Kesenian Jakarta, membawa cerita dari Maluku tersebut ke atas panggung reuni Akbar dengan modifikasi dan meringkas ceritanya. Penampilan mereka tak kalah hebatnya.
Kembali ke Masa 1980-an
Sebaiknya Anda baca juga:
Mayoritas alumni yang datang di Ecovention ini didominasi oleh angkatan 80an dan 90-an, meski angkatan 60-an dan 70-an serta angkatan yang lebih muda yakni angatan 2000-an juga lumayan banyak yang hadir, maka pentas musik dan hiburan lebih bernuansa tahun 1980-an dan 1990-an. Hal itu sangat wajar mengingat kenangan manis mereka banyak diwakili oleh lagu-lagu di masa itu.
Setelah istirahat makan dan solat, penampilan hiburan reuni besar Smandel ke-65 beranjak ke musik modern yakni grup band dan DJ. Anak-anak Smandel yang masih belajar dari Angkatan 2023-2024 yang membentuk group band " Fisev" dan membawakan beberapa lagu. Sambutan angkatan mereka dan kakak-kakak tak kalah meriahnya.
Kemudian tampil grup band yang biasa membawakan lagu-lagu lawas tahun 1950-an, namun kini banyak digemari generasi Z juga yakni "Deredia". Group band ini sejak berdiri pada 2015 mengusung corak pop, swing, dan lenso itu membawakan sejumlah lagu yang sangat ceria. Hadirin ikut bernyanyi dan bergoyang.
Acara hiburan ditutup dengan penampilan DJ Desta, yang merupakan alumni tahun 2007. Desta tampil sangat energik membawakan lagu dengan bernuansa disko yang ngebeat dan membuat hadirin ikut bergoyang.
Tradisi Lima Tahunan
Reuni setiap lima tahun sekali dan kali ini untuk memperingati 65 tahun Smandel merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan Alumni SMA 8 Jakarta (IAS).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!