Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Redam Ketidakpastian Global, Ruang Fiskal Harus Diperluas

📅 Jumat, 09 Sep 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Redam Ketidakpastian Global, Ruang Fiskal Harus Diperluas Doc: Sumber: Worldbank - KJ/ONES/ANDES

» BI diminta menaikkan suku bunga lagi untuk menjaga inflasi inti turun di bawah 4 persen.

» Perlu insentif fiskal untuk dorong hilirisasi industri agar lapangan pekerjaan lebih banyak.

JAKARTA - Gejolak ketidakpastian ekonomi global saat ini hanya bisa diredam dengan kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang tepat. Sebab, dengan kombinasi kebijakan yang terukur akan menciptakan stabilitas sebagai modal menghadapi ketidakpastian seperti normalisasi kebijakan moneter yang masih berlanjut.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan dari sisi fiskal, pemerintah dengan instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa menyalurkan lagi bantuan sosial (bansos) apabila terjadi goncangan baru dari ketidakpastian di tingkat global.

Oleh karena itu, pemerintah perlu memperluas ruang fiskal agar belanja lebih tepat sasaran dengan mendahulukan sektor-sektor prioritas.

Menurut Josua, bansos juga harus diberikan kepada kelompok desil 5-6 atau berpenghasilan menengah karena mereka juga terdampak akibat krisis pangan maupun energi yang terjadi di tingkat global. "Potensi penurunan konsumsi akan tetap ada, untuk yang menengah (desil 5-6) pastinya akan mengurangi belanja lainnya, atau dia menggunakan tabungannya," kata Josua seperti dikutip dari Antara.

Sementara dari sisi moneter, Josua menyebut Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter dapat menaikkan suku bunga lagi untuk menjaga tingkat inflasi domestik, khususnya inflasi inti yang ditargetkan kembali di bawah 4 persen pada tahun depan. "Inflasi inti inilah yang merupakan acuan atau indikator yang terus dipantau oleh Bank Indonesia (BI), dan ini menjadi acuan suku bunga ke depannya," kata Josua.

Para pemangku kepentingan dalam menetapkan kebijakan juga harus memperhatikan dampaknya ke pelaku usaha, baik usaha besar maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Para pelaku usaha, jelasnya, harus diberikan kemudahan dalam menjangkau pembiayaan dari lembaga keuangan karena berkat mereka perekonomian nasional dapat terus bergerak.

Pada kesempatan lain, Pengamat Ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, mengatakan sulit untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi dalam masa pemulihan karena ketidakpastian, ketidakstabilan, ancaman inflasi terhambatnya rantai pasok, serta potensi melemahnya nilai tukar rupiah yang akan mendorong kebijakan jangka pendek diarahkan ke pro stabilitas.

"Kebijakan fiskal pada akhirnya dikunci untuk mengurangi defisitnya, namun di tengah melemahnya daya beli masyarakat marginal, nampak realokasi anggaran dengan sistem dan pengawasan yang ketat mutlak dilakukan," kata Suhartoko.

Dari sisi moneter, kebijakan pro stabilisasi akan mendorong suku bunga untuk naik yang tentu saja akan mengerem pertumbuhan.

Inflasi Meningkat

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...

Mengenal Pertanian Padi Gunung Suku Dayak Bahau

23 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Mengenal Pertanian Padi Gun...
Ekonomi
Bank Indonesia Pertahankan ...
Advertisement
Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.