Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pulihkan Kepercayaan Publik, PM Baru Jepang Janji Atasi Skandal Dana Politik Partai Berkuasa LDP

📅 Sabtu, 05 Okt 2024, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pulihkan Kepercayaan Publik, PM Baru Jepang Janji Atasi Skandal Dana Politik Partai Berkuasa LDP Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Perdana Menteri baru Jepang, Shigeru Ishiba, bertekad untuk mengatasi skandal pendanaan politik dan memulihkan kepercayaan publik terhadap Partai Liberal Demokrat (LDP) yang berkuasa.

Istanbul - Perdana Menteri baru Jepang Shigeru Ishibaberjanji mengatasi skandal pendanaan politik dan memulihkan kepercayaan publik terhadap Partai Liberal Demokrat (LDP) yang berkuasa.

"Saya akan memulihkan kepercayaan dalam politik yang hilang akibat isu pendanaan politik dan akan menjelaskan kepada rakyat lebih jelas dari sebelumnya tentang situasi yang dihadapi Jepang," kataIshiba dalam pidato kebijakan pertamanya di hadapan parlemen, Jumat.

Ishiba terpilih menjadi ketua partai LDP pekan lalu dan dilantik sebagai perdana menteri ke-102 Jepang, Selasa (1/10).

Politik bertanggung jawab untuk "membangun Jepang yang aman, terjamin, dan makmur" dengan mendapatkan "pengertian dan empati" dari masyarakat, kata Ishiba (67), dalam pidatonya, yang kemudian diunggah ke situs resmi.

Dalam beberapa bulan terakhir, jaksa Jepang telah menggerebek, memeriksa, dan menangkap anggota partai berkuasa LDP sebagai bagian dari penyelidikan terhadap pengaduan kriminal yang menuduh lima faksi partai itu tidak memberikan pelaporan perolehan pendapatandari acara penggalangan dana politiksebagaimana nilai sebenarnya selama lima tahun hingga 2022.

Mengenai kasus pelecehan seksual yang melibatkan tentara AS yang ditempatkan di Jepang, Ishiba menyerukan perlunya "mendapatkan pengertian" dari masyarakat lokal.

"Untuk kelancaran penempatan angkatan bersenjata AS di Jepang, sangat penting mendapatkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat, termasuk masyarakat lokal," kata Ishiba.

Jepang telah menyaksikan peningkatan kasus serangan seksual yang melibatkan personel angkatan bersenjata Amerika diOkinawa, yang menjadi tempat sebagian besar dari lebih dari 50.000 tentara AS yang ditempatkan di Jepang berdasarkan perjanjian pertahanan bilateral.

Mengenai hubungan dengan China,Ishiba mengatakanJepang akan "secara komprehensif mempromosikan hubungan yang saling menguntungkan berdasarkan kepentingan strategis bersama."

Ia berjanji menjaga komunikasi "di semua tingkat" dengan China namun menuduh Beijing "menguatkan upaya untuk mengubah status quo secara sepihak dengan kekuatan" di Laut China Timur dan Selatan.

"Ini adalah sesuatu yang tidak dapat diabaikan. Jepang akan mengajukan klaim yang perlu diajukan dan secara tegas menuntut tindakan yang bertanggung jawab," tambahnya.

Tentang Perang Rusia-Ukraina, Ishiba mengatakan, "Kami akan melindungi Jepang dari lingkungan keamanan yang berubah dengan cepat."

"Api perang belum padam. Ukraina hari ini bisa jadi Asia Timur besok," ia memperingatkan.

Mengenai dugaan kasus-kasus penculikan oleh Korea Utara, Ishiba menyatakan bahwa ia akan "kembali ke asal mula Deklarasi Pyongyang Jepang-Korea Utara."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.