Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produksi Perikanan Budidaya Jateng Masuk Peringkat Ketiga Nasional

📅 Senin, 11 Des 2023, 17:12 WIB | Oleh:
Produksi Perikanan Budidaya Jateng Masuk Peringkat Ketiga Nasional Doc: ANTARA/Aji Styawan
Ket. Nelayan beraktivitas di sekitar karamba budi daya ikan air tawar di Danau Rawa Pening, Desa Asinan, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/7/2019). Berdasarkan Surat Bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan Nomor B-241/M.PPN/D.8/KU.01.01/04/2019 dan S-338/MK.02/2019, alokasi anggaran pagu indikatif Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2020 ditetapkan sebesar Rp6,472 triliun, dari jumlah tersebut Ditjen Perikanan Budidaya memperoleh Rp739,572 miliar guna mengembangkan sektor perikanan budi daya.

SEMARANG - Total produksi perikanan budidaya di Provinsi Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga se-Indonesia berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

"Berdasarkan data tersebut, Jateng memperoleh predikat sebagai produsen perikanan budidaya terbesar ketiga secara nasional," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah Fendiawan Tiskiantoro di Semarang, Senin.

Volume produksi budidaya ikan di Jateng sebesar 458.513,77 ton dan rumput laut sebesar 87.429,85 ton dengan total volume sebesar 545.943,62 ton pada 2022.

Menurut dia, produksi dari tahun ke tahun relatif meningkat, kecuali 2020 yang terdapat penurunan produksi perikanan budidaya karena, sektor perikanan budidaya terdampak pandemi COVID-19.

Ia mengungkapkan, berbagai strategi dilakukan untuk menggenjot kualitas dan kuantitas produksi perikanan budidaya diantaranya, menjaga kualitas dan kuantitas benih (benih unggul bersertifikat CPIB), kepadatan tebar benih yang sesuai SNI untuk mengoptimalkan pertumbuhan ikan.

Adapula penerapan teknologi pada usaha budidaya yang dilakukan dan penerapanbiosecurityuntuk penjaminan mutu produk ikan yang dihasilkan, serta menerapkan cara budidaya ikan yang baik (CBIB).

Ia menjelaskan bahwa produksi perikanan budidaya meliputi budidaya air tawar seperti lele, nila, gurami, dan patin.

Budidaya air payau seperti udang vaname, bandeng, nila salin dan budidaya air laut seperti kerapu, kakap serta rumput laut.

Produksi tersebut, lanjut dia, kebanyakan diserap oleh pasar lokal dan selain dalam bentuk segar atau belum diversifikasi banyak pula olahan perikanan yang laku hingga mancanegara.

"Khususnya untuk komoditas udang, akan masuk ke Unit Pengolah Ikan untuk diolah menjadi produk yang siap ekspor. Adapula diversifikasi olahan seperti bandeng presto, abon ikan hingga keripik ikan," katanya.

Ia berharap produksi perikanan budidaya meningkat setiap tahunnya dan diperkirakan pada akhir 2023, jumlah produksi perikanan budidaya di Jateng naik atau mencapai 547.038,30 ton.

Dengan kondisi tersebut, produk perikanan budidaya tidak hanya masuk ke pasar domestik dan global, jugameningkatkan pendapatan dan menyejahterakan pembudidaya ikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

58 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.