Nasional Mondial Ekonomi Daerah Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Presiden Jokowi Ajak Kader PDIP Perkuat Persatuan

Foto : Istimewa.

Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bergotong royong bersama rakyat Indonesia untuk memperkuat persatuan Indonesia. Semua kader diminta membumikan Pancasila demi menuju Indonesia adil dan makmur bagi seluruh rakyatnya.

"Sebagai bangsa besar yang teruji sejarah, berkepribadian kuat, saya meyakini Indonesia mampu mengejar ketertinggalan. Indonesia mampu berdikari di atas fondasi kebangsaan dan ideologi Pancasila yang kita cita-citakan," kata Presiden Jokowi pada perayaan HUT ke-48 PDIP secara virtual, di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (10/1).

Perayaan HUT PDIP tersebut dilakukan baik secara tatap muka maupun virtual. Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri maupun Presiden Jokowi memberikan sambutan melalui video conference yang juga diikuti Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju.

Gerakan Penghijauan

Sedangkan para kader hadir di beberapa lokasi seperti di DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok untuk mengikuti gerakan penghijauan dan membersihkan sungai yang dipusatkan di Sungai Ciliwung. Hal ini dilakukan sesuai dengan tema HUT ke-48 PDIP yaitu Indonesia Berkepribadian dalam Kebudayaan.

Secara khusus Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih atas dukungan PDIP terhadap Indonesia. "Atas nama pemerintah saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Megawati dan seluruh jajaran dan pimpinan kader PDIP atas dukungan selama ini dan ke depan untuk terus menjaga Indonesia dan memperjuangkan kemajuan Indonesia. Dirgahayu PDIP ke-48, jayalah PDIP dan marilah terus bersinergi membangun negara yang kita cintai ini," kata Presiden.

Presiden Joko Widodo mengajak kader PDIP ikut ambil bagian dalam memajukan bangsa menuju usia 100 tahun Republik Indonesia (RI). Saatnya dicanangkan target bahwa 25 tahun lagi pada usia seabad RI, Indonesia mencapai kemajuan besar menjadikan negara maju, adil, dan makmur.

Sementara itu, Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan sudah saatnya Indonesia memiliki sistem data tunggal yang menjadi acuan seluruh kementerian, lembaga (K/L) hingga pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan, dan pendataan itu harus dimulai dari desa.

Data tunggal tersebut, ujar Megawati, dapat digunakan sebagai basis kebijakan yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Pemerintah juga harus melibatkan peneliti dan akademisi dalam merumuskan kebijakan pembangunan untuk mencapai hasil yang maksimal.

"Dengan data itu, tepat sasaran, transparan dan akuntabel hanya apabila program tersebut berbasis pada data, hasil riset nasional yang dapat dipertanggungjawabkan secara ideologis, etis dan ilmiah," ujarnya.

Megawati mencontohkan ketika Presiden pertama Indonesia, Soekarno, membangun kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Bung Karno, sapaan Soekarno, saat itu, memanggil sekitar 600 insinyur dari berbagai perguruan tinggi untuk membantu membangun GBK. n Ant/N-3


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top