Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polusi Udara Jadi Penyebab Lebih dari 250.000 Kematian di Eropa

📅 Senin, 27 Nov 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Polusi Udara Jadi Penyebab Lebih dari 250.000 Kematian di Eropa Doc: AFP/DAREK REDOS
Ket. Asap polusi Pembangkit Listrik Belchatow, pembangkit listrik tenaga batu bara terbesar di Polandia

STOCKHOLM - Laporan Badan Lingkungan Eropa atau European Environment Agency (EEA) yang diterbitkan pada Jumat (24/11) menyebutkan polusi partikel halus telah menyebabkan kematian lebih dari 250.000 orang di Uni Eropa pada tahun 2021.

Dikutip dari The Straits Times, materi partikulat halus atau PM2.5, adalah istilah untuk partikulat halus yang biasanya merupakan produk sampingan dari knalpot mobil atau pembangkit listrik tenaga batu bara.

Ukurannya yang kecil memungkinkan bakteri tersebut masuk jauh ke dalam saluran pernapasan sehingga memperburuk risiko bronkitis, asma, dan penyakit paru-paru.

"Menurut perkiraan terbaru European Environment Agency, setidaknya 253.000 kematian di Uni Eropa pada tahun 2021 disebabkan oleh paparan polusi materi partikulat halus (PM2.5) di atas konsentrasi yang direkomendasikan WHO," kata kelompok tersebut.

Badan Lingkungan Eropa menambahkan kematian tersebut dapat dihindari jika konsentrasi partikel halus memenuhi rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Angka tersebut meningkat dibandingkan data pada tahun 2020, ketika partikel halus dikaitkan dengan kematian dini sebanyak 238.000 orang.

Kematian Meningkat

Badan Lingkungan Eropa mengatakan peningkatan tersebut dapat dijelaskan oleh meningkatnya paparan terhadap polutan dan sedikit peningkatan angka kematian di Eropa, terutama akibat Covid-19.

"Sebaliknya, tren jangka panjang sebagian besar tetap positif, dan antara tahun 2005 dan 2021, jumlah kematian dini akibat polusi partikel halus turun sebesar 41 poin," kata laporan tersebut.

"Meskipun terdapat kemajuan besar selama beberapa tahun terakhir, dampak polusi udara terhadap kesehatan kita masih terlalu tinggi, sehingga menyebabkan kematian dan penyakit yang disebabkan oleh polusi," kata Leena Yla-Mononen, direktur eksekutif European Environment Agency dalam sebuah pernyataan.

Untuk polutan lainnya, kematian dini akibat paparan nitrogen dioksida (NO2) juga mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun 2020, mencapai 52.000 pada tahun 2021.

Sementara itu, kematian akibat paparan ozon (O3) yang sebagian besar disebabkan oleh lalu lintas jalan raya dan aktivitas industri, diperkirakan menyebabkan 22.000 kematian dini, sedikit menurun dibandingkan tahun 2020.

Badan ini tidak menjumlahkan angka-angka itu, karena mereka yakin hal ini akan menyebabkan kematian jika dihitung dua kali, namun menekankan bahwa polusi udara masih menjadi ancaman lingkungan terbesar bagi kesehatan masyarakat Eropa.

Seperti dikutip dari Deutsche Welle (DW), Polandia merupakan contoh sukses perbaikan kualitas udara di Eropa. Hal ini dicapai dengan menawarkan stimulus untuk memodernisasi pemanas ruangan dan tidak menggunakan pemanas batu bara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.