Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Polri Perlu Tingkatkan Pengamanan Data

Foto : istimewa

ilustrasi

A   A   A   Pengaturan Font

Seluruh elemen yang mengurusi ­masalah sandi negara perlu duduk ­bersama mencari langkah-langkah untuk solusi. Badan Siber dan Sandi Negara, Badan Intelijen Negara, TNI, Polri, serta Kominfo perlu duduk bersama untuk mencari strategi penguatan data dan dokumen negara serta ­milik rakyat.

Selama ini sudah banyak beredar keluhan bahwa data masyarakat dijualbelikan secara bebas melalui online. Itu berarti bahwa para penjual mampu memperoleh data rakyat secara massal. Belum banyak yang dilakukan aparat untuk mencegah atau mengamankan agar data warga tidak tercuri, lalu disalahgunakan.

Masalahnya, sekarang justru data kepolisian (Polri) yang diretas. Ini memang bukan pertama data Polri diretas. Maka, sudah saatnya, Polri meningkatkan pengamanan databasenya. Peretas (hacker) mampu menerobos ruang-ruang data Polri. Ini tentu mengkhawatirkan sebab institusi yang mestinya membantu mengamankan data rakyat, ternyata datanya sering diretas.

Bedanya, data anggota Polri ini tidak dijualbelikan. Namun, data mereka di-share secara gratis di Raidforum internet. Lalu kira-kira mengapa, peretas sekadar share data anggota Polri, tak mau mencari keuntungan finansial?

Rupanya, ada alasan unik, dari pengakuan hacker-nya. Dia melakukan peretasan karena tidak suka pemerintah Indonesia saat memperlakukan warganya. Hacker mengaku berasal dari Brasil.

Dia menceritakan bahwa telah dikontak sejumlah warga Indonesia. WNI menceritakan kehidupannya di Indonesia. Dia melakukan peretasan ini, katanya, untuk membantu rakyat Indonesia. "Inilah alasan saya meretas," katanya. Peretas @son1x66 itu bahkan telah mention ke @divhumas_polri. Namun sejauh ini belum ada respons dari Trunojoyo.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Koran Jakarta
Penulis : Koran Jakarta

Komentar

Komentar
()

Top