Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Perkuat Imunitas, Satgas Sebut 69 Juta Jiwa Mendapatkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Pertama

Foto : ANTARA/HO-Satgas Covid-19

Tangkapan layar situasi Covid-19 per Rabu (28/6/2023) yang diakses dari Satgas di Jakarta.

A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat jumlah penerima vaksinasi Covid-19 dosis penguat ketiga atau booster pertama mencapai 69.043.478 jiwa pada Rabu (28/6/2023).

Berdasarkan data yang diterima di Jakarta, disebutkan Satgas Covid-19 juga mencatat penerima vaksinasi booster kedua atau dosis penguat keempat mencapai 3.379.798 jiwa.

Sementara, total untuk penerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama yakni 203.864.333 jiwa, sedangkan dosis kedua sebanyak 174.928.998 jiwa, yang menandakan jumlah penerima vaksinasi hampir mencapai target sasaran sebanyak 234.666.020 jiwa.

Selain itu, ada 84 pasien sembuh yang tercatat pada hari ini, sehingga total kesembuhan sejak Maret 2020 yakni sebanyak 6.641.275 jiwa.

Satgas Covid-19 juga melaporkan kasus terkonfirmasi positif bertambah sebanyak 48 orang, sehingga total sejak Maret 2020 mencapai 6.811.945 orang.

Sementara, total kasus meninggal yang tercatat hingga hari ini yakni sebanyak 161.870 orang.

Kemudian, jumlah kasus aktif mencakup penderita Covid-19 yang masih menjalani perawatan maupun isolasi mandiri pada hari ini menurun sebanyak 36 orang dibandingkan hari sebelumnya, Selasa (27/6). Total kasus aktif hingga hari ini tercatat sebanyak 8.800 orang.

Satgas juga mencatat sebanyak 567 orang masuk dalam kategori suspek, setelah dilakukan pengujian pada 7.543 spesimen hari ini.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu menyatakan bahwa meski Presiden sudah menyatakan Covid-19 sebagai endemi, Kemenkes tetap aktif memberikan imbauan dan peringatan terhadap potensi penyakit menular yang bisa muncul kapanpun.

Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, utamanya pada kelompok lanjut usia (lansia), disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

"Kita perlu melakukan edukasi, komunikasi risiko, kepada kelompok lansia, disabilitas, dan kelompok rentan lain terkait wabah penyakit menular yang baru, karena keberhasilan kita dalam menangani Covid-19 perlu dimanfaatkan untuk menangani wabah lainnya," ujar Maxi.

Masyarakat harus tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar terhindar dari ancaman penyakit menular, demikianMaxi Rein Rondonuwu.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top