Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perekonomian Dunia Sedang Terpuruk akibat Pemanasan Global

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Perekonomian Dunia Sedang Terpuruk akibat Pemanasan Global Doc: ISTIMEWA
Ket. Suhu yang mencapai rekor tertinggi, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan tahun ini telah menyebabkan kerusakan senilai miliaran dollar AS.

LONDON - Menjelang perundingan iklim internasional di Dubai pada November, para ekonom memperbarui perkiraan dampak pemanasan global terhadap perekonomian dunia, dihitung hingga desimal dampak terhadap produksi dalam beberapa dekade mendatang.

Dikutip dari The Straits Times, namun para pengkritik mengatakan angka-angka tersebut merupakan hasil model ekonomi yang tidak mampu menggambarkan keseluruhan kerusakan iklim. Dengan demikian, mereka dapat memberikan alibi atas kelambanan mengambil kebijakan.

Suhu yang mencapai rekor tertinggi, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan pada tahun 2023 telah menyebabkan kerusakan senilai miliaran dollar AS, bahkan sebelum emisi menyebabkan pemanasan melampaui batasan Perjanjian Paris tahun 2015 yaitu sebesar 2 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.

Namun, beberapa model ekonom menyimpulkan, yang menurut para pengkritik tidak masuk akal, bahwa pada pergantian abad ini, dampak pemanasan global terhadap perekonomian dunia akan lebih sedikit dibandingkan dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19, atau dampak buruk terhadap perekonomian global akan lebih kecil dibandingkan krisis keuangan pada tahun 2007-2009.

Ekonom Amerika pemenang Nobel, William Nordhaus, memicu kontroversi pada tahun 2018 dengan model yang menemukan kebijakan iklim yang paling menyeimbangkan biaya dan manfaat dari sudut pandang ekonomi akan menghasilkan pemanasan lebih dari 3 derajat Celsius pada tahun 2100.

Setahun sebelumnya, pemerintahan Trump mengutip model serupa untuk membenarkan penggantian Rencana Pembangkit Listrik Bersih era Obama dengan rencana yang memungkinkan emisi lebih tinggi dari pembangkit listrik tenaga batu bara.

Banyak pembuat kebijakan mengakui keterbatasan pemodelan ini. Anggota dewan eksekutif Bank Sentral Eropa, Isabel Schnabel, mengatakan pada bulan September bahwa hal ini mungkin meremehkan dampaknya. Ada pula yang melangkah lebih jauh dengan mengatakan keseluruhan pendekatan ini mempunyai kelemahan.

Penilaian Terpadu

Yang menjadi permasalahan adalah model penilaian terpadu atau integrated assessment models (IAM) yang digunakan para ekonom untuk menarik kesimpulan mengenai segala hal mulai dari kerugian output hingga risiko finansial atau penetapan harga pasar karbon.

Mereka mengandalkan teori tentang bagaimana permintaan, penawaran, dan harga berinteraksi di seluruh perekonomian untuk menemukan keseimbangan baru setelah terjadi guncangan dari luar, yang disebut model "keseimbangan umum" yang dikembangkan oleh ekonom Prancis abad ke-19, Leon Walras.

"Tetapi, perubahan iklim pada dasarnya berbeda dengan guncangan-guncangan lain karena begitu terjadi, dampaknya tidak akan hilang," kata Thierry Philipponnat, penulis laporan Finance Watch, sebuah LSM kepentingan publik mengenai masalah keuangan yang berbasis di Brussels.

"Dan jika asumsi fundamentalnya salah, maka asumsi lainnya menjadi tidak masuk akal, kalaupun ada," katanya.

Masalah lainnya adalah IAM selama bertahun-tahun telah menggunakan "fungsi kuadrat" untuk menghitung kerugian PDB yang melibatkan pengkuadratan perubahan suhu, dan mengabaikan metode lain seperti fungsi eksponensial yang lebih cocok untuk perubahan cepat.

Para pengkritik mengatakan pilihan ini akan meremehkan dampak yang mungkin terjadi, terutama jika planet ini mencapai titik kritis lingkungan di mana kerusakan tidak hanya tidak dapat diperbaiki, tetapi juga terjadi dengan kecepatan yang semakin cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

49 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

49 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

49 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.