Pentingnya Konsumsi Buah Kaya Air Bantu Penuhi Cairan Tubuh Selama Puasa, Ini Penjelasannya
Ilustrasi
Foto: PixabayKekurangan cairan tubuh menjadi kondisi yang kerap dialami sebagian orang selama berpuasa. Nyatanya, kondisi tersebut bisa memicu sejumlah masalah kesehatan, sehingga penting untuk memenuhi cairan tubuh selama berpuasa.
Ahli gizi dan dosen di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul Nazhif Gifari menjelaskan, salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan cairan saat berpuasa adalah dengan mengonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air.
"Tentu sangat banyak manfaatnya kalau mengonsumsi buah saat puasa. Karena pada dasarnya, konsumsi air kita tetap harus sama, (yaitu) delapan gelas," kata Nazhif, dikutip dari Antara, Rabu (12/4).
Sejumlah buah yang mengandung kadar air tinggi antara lain, seperti melon, pepaya, semangka, pir dan apel. Selan kaya akan air, buah-buah tersebut juga mengandung vitamin, antara lain vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.
Selain itu, sejumlah buah tersebut juga mengandung mineral berupa kalium, kalsium dan magnesium. Adapun kandungan tersebut sangat bermanfaat bagi tubuh terutama ketika berpuasa.
"Jadi, buah penting juga dikonsumsi saat sahur atau berbuka," ujar Nazhif.
Nazhif menganjurkan, saat sahur untuk mengonsumsi buah beberapa saat sebelum waktu imsak, setelah makan makanan berat. Buah yang memiliki kadar air tinggi cocok dikonsumsi saat sahur supaya seseorang tidak cepat merasa haus ketika seharian berpuasa.
Ia juga menyarankan untuk mengonsumsi buah terlebih dahulu ketika berbuka puasa guna menetralisir asam lambung dan menggantikan kebutuhan gula alami pada tubuh. Salah satu buah yang bisa dikonsumsi ketika berbuka puasa adalah kurma karena mengandung gula alami, yang bermanfaat bagi tubuh setelah berpuasa.
Meskipun seluruh buah memiliki manfaat yang baik untuk tubuh, namun, ada beberapa buah yang sebaiknya dibatasi ketika berbuka puasa. Buah-buahan tersebut adalah yang mengandung gas seperti durian dan nangka.
"Kalau di es buah mungkin sudah dipotong kecil-kecil. Tapi, kalau kita makan banyak, itu juga bersifat gas. Kemudian mangga muda yang masih asam. Takutnya nggak nyaman di perut," tutur Nazhif.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Tag Terkait:
Berita Trending
- 1 Indonesia Tunda Peluncuran Komitmen Iklim Terbaru di COP29 Azerbaijan
- 2 Sejumlah Negara Masih Terpecah soal Penyediaan Dana Iklim
- 3 Ini Kata Pengamat Soal Wacana Terowongan Penghubung Trenggalek ke Tulungagung
- 4 Penerima LPDP Harus Berkontribusi untuk Negeri
- 5 Ini yang Dilakukan Kemnaker untuk Mendukung Industri Musik
Berita Terkini
- Bappenas Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Sasar Kelompok Bawah
- TNI Berperan Penting Ciptakan Suasana Kondusif Saat Pilkada
- Pasangan Risma-Gus Hans Sampaikan Permohonan Maaf di Akhir Masa Kampanye Pilgub Jatim
- Degrowth, Melawan Industrialisasi dan Konsumsi Berlebihan Demi Masa Depan yang Berkelanjutan
- Hardjuno Pertanyakan RUU Tax Amnesty Tiba-tiba Masuk Prolegnas Prioritas Saat RUU Perampasan Aset Tidak